Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Binrohtal: Resolusi Jihad dan Hari Santri

Rojiful Mamduh • Kamis, 23 Oktober 2025 | 12:45 WIB
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.

JombangBanget.id - Ustad Addin Mustaqim Alhafiz dari PP Al Amanah, Ngledok, Desa Mojokrapak, Tembelang, Jombang, menjelaskan pentingnya memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 22 Oktober.

’’Peringatan HSN harus membuat kita menghidupkan kembali semangat hubbul waton minal iman (cinta tanah air sebagian dari iman) dan Resolusi Jihad,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Rabu (22/10).

Pada 22 Oktober 1945, KH Hasyim Asy’ari bersama para ulama pesantren di Surabaya mengeluarkan Resolusi Jihad yang isinya; ’’Membela tanah air dari penjajahan adalah fardu ‘ain bagi setiap muslim yang mampu.’’

Ini menjadi dasar perlawanan rakyat Surabaya terhadap pasukan Sekutu yang dipimpin Inggris dan NICA (Belanda).

Serta menjadi pemicu pertempuran 10 November yang kini kita kenang sebagai Hari Pahlawan.

Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Barangsiapa mati dalam membela hartanya, maka ia syahid. Barangsiapa mati membela keluarganya, maka ia syahid.

Barangsiapa mati membela agamanya, maka ia syahid. Dan barangsiapa mati membela darahnya (jiwanya), maka ia syahid.

Maka mati dalam membela tanah air dari penjajahan juga termasuk mati syahid. Karena bagian dari membela jiwa, agama, dan kehormatan.

Cinta tanah air bagian dari keimanan karena tiga alasan.

Pertama, tanah air adalah tempat beribadah dan menyebarkan Islam.

Kedua, menjaga negeri berarti menjaga keamanan umat. Ketiga, Islam tidak akan tegak jika bangsa dijajah dan umat diperbudak.

Makanya penjajahan di seluruh dunia harus dihapuskan.

Umar bin Khattab radiyallahu anhu berkata; Tidak akan mulia suatu umat yang lemah dan takut membela kebenaran.

Imam Al-Ghazali menyatakan; Agama adalah pondasi, dan negara adalah penjaganya.

Sesuatu tanpa pondasi akan runtuh. Sesuatu tanpa penjaga akan hilang.

Agama dan negara harus berjalan bersama. Jika negara runtuh karena penjajahan, maka agama pun ikut terancam.

Setelah fatwa Resolusi Jihad diumumkan, ribuan santri dari pesantren-pesantren Jawa Timur berbondong-bondong ke Surabaya.

Mereka membawa senjata seadanya seperti bambu runcing. Mereka berperang atas nama agama dan tanah air.

Para santri berprinsip; ’’Kami tidak punya senjata lengkap, tapi kami punya keyakinan. Kalau kami mati, kami mati syahid. Kalau kami menang, kami menang dengan kemuliaan.’’

Dengan tanah air yang merdeka dan aman, agama bisa tumbuh dengan subur.

Maka kita harus bersyukur atas kemerdekaan dengan menjaga negara kesatuan Republik Indonesia. Mengisi kemerdekaan dengan akhlak, ilmu, dan ibadah.

Meneladani para ulama dan pejuang seperti KH Hasyim Asy’ari. Serta terus menanamkan bahwa cinta Indonesia adalah bagian dari iman. (jif/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#Polres Jombang #resolusi jihad #hari santri #masjid #Binrohtal #Jombang