JombangBanget.id – Proyek pembangunan jembatan di kawasan Gedung Kesenian Jombang mengalami keterlambatan lima persen dari target.
Keterlambatan dipicu kendala teknis.
’’Kendala terjadi karena posisi muka air tanah tidak diketahui. Saat penggalian, air keluar dari dalam tanah, sehingga kami harus membuat kisdam dan melakukan penyedotan air terlebih dahulu. Proses ini memakan waktu dan memaksa perubahan rencana pondasi,’’ kata Kepala Bidang Tata Bangunan dan Bina Konstruksi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jombang, Edy Yulianto.
Proyek tersebut dikerjakan oleh CV Hikmah Karya dengan nilai kontrak sebesar Rp1,83 miliar.
Pekerjaan dijadwalkan berlangsung selama 90 hari kalender, mulai 25 September hingga 23 Desember 2025.
’’Saat ini progres baru mencapai 8,9 persen, dan mengalami keterlambatan sekitar 5 persen dibanding rencana awal,’’ ucap Edy.
Keterlambatan disebabkan kondisi muka air tanah yang tidak terdeteksi pada tahap awal pekerjaan.
Saat dilakukan penggalian, muncul sumber air dari bawah tanah yang membuat pengerjaan pondasi terganggu.
Meskipun sempat terhambat, saat ini progres di lapangan mulai menunjukkan perkembangan.
’’Seluruh material sudah tiba di lokasi. Pekerjaan pembesian dan pembuatan sumur pondasi juga sudah selesai. Setelah itu akan dilanjutkan ke tahap pengecoran,’’ urai Edy.
Dia memastikan terus melakukan pengawasan intensif agar kontraktor dapat mengejar keterlambatan dan menyelesaikan pekerjaan tepat waktu.
Baca Juga: Lubang di Jembatan Kedungbogo Jombang Bikin Pengendara Waswas, Warga Minta Segera Diperbaiki
’’Kami berharap pelaksana bisa memaksimalkan waktu yang tersisa agar target penyelesaian tetap sesuai kontrak. Keterlambatan ini murni karena faktor teknis di lapangan,’’ ucap Edy. (yan/jif)
Editor : Ainul Hafidz