JombangBanget.id – Meski sudah berulang kali dirazia dan dibina, gelandangan, pengemis (gepeng), serta pengamen di wilayah perkotaan Jombang tetap beroperasi di jalanan.
Fenomena ini menjadi perhatian Satpol PP Jombang yang kembali melakukan razia, Rabu (15/10) dan Kamis (16/10).
’’Dalam operasi penertiban kali ini, kami mengamankan 15 orang yang kedapatan beraktivitas di jalan raya. Petugas bahkan sempat melakukan kejar-kejaran sebelum akhirnya berhasil mengamankan semuanya,’’ kata Pelaksana Tugas Kepala Satpol PP Jombang, Purwanto, melalui Kepala Penegakan Perda, M Supakun.
Razia digelar di sejumlah titik lampu merah yang kerap menjadi lokasi mangkal para gepeng, manusia silver, badut, dan pengamen.
Seluruhnya kemudian dibawa ke kantor Satpol PP Jombang untuk didata dan berita acara pemeriksaan (BAP).
Petugas juga menyita sejumlah alat peraga seperti kostum badut dan alat musik yang digunakan mengamen.
Setelah proses pendataan, mereka diserahkan ke Dinas Sosial (Dinsos) Jombang untuk menjalani pembinaan selama 24 jam.
Sebelum dikembalikan ke pemerintah desa masing-masing. Para pelaku juga diminta menandatangani surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya.
Namun, fakta di lapangan menunjukkan hal berbeda. Setelah dibina, sebagian gepeng kembali turun ke jalan dan mengulangi aktivitas yang sama.
’’Tugas kami hanya sampai pada penertiban dan pendataan. Setelah itu kami limpahkan ke Dinsos untuk pembinaan. Kalau mereka kembali ke jalan, itu menjadi kewenangan Dinsos. Tapi kalau masih beroperasi, kami akan tetap lakukan razia rutin,’’ tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Jombang, Agung Hariadi, menyatakan, pembinaan dilakukan selama 24 jam.
Baca Juga: Bukan Asli Jombang, 8 Gepeng Terjaring Razia di Persimpangan Jalan
’’Setelah itu pemerintah desa diminta untuk menjemput yang bersangkutan dan diminta untuk tidak mengulang kembali,’’ ungkapnya.
Namun kondisi di lapangan, para gepeng tetap beroperasi kembali.
’’Yang ditangkap ya itu-itu saja memang. Mereka kembali lagi,’’ tegasnya.
Dinas Sosial tidak bisa menampung lebih lama lagi. Karena memang keterbatasan fasilitas yang dimiliki. Sehingga terpaksa dilepaskan kembali.
Saat ini, pihaknya masih melakukan koordinasi dengan provinsi maupun dinas daerah lain terkait pembinaan lebih lanjut untuk diberi bekal pengalaman di bidang pekerjaan.
’’Kami masih melakukan koordinasi untuk memberikan bekal pengalaman sesuai minat mereka,’’ bebernya. (yan/jif)
Editor : Ainul Hafidz