JombangBanget.id – Peternak ayam petelur di Kabupaten Jombang mulai menjerit.
Cuaca panas ekstrem dalam beberapa pekan terakhir membuat produksi telur anjlok.
Kondisi ini kian memukul peternak yang masih berupaya menstabilkan biaya pakan dan perawatan.
Eko, salah satu peternak ayam petelur di Desa Mojotengah, Kecamatan Bareng, mengaku hasil panen telurnya terus menurun sejak suhu udara meningkat tajam.
”Biasanya sehari bisa panen 275 sampai 300 kilogram. Sekarang turun 5 sampai 10 persen. Telurnya juga beda, cangkangnya lebih putih dan tipis,” keluh Eko.
Menurutnya, cuaca panas membuat ayam mengalami stres. Akibatnya, nafsu makan menurun dan produksi telur ikut merosot.
”Ayam makannya berkurang, jadi asupan gizinya juga kurang. Itu langsung pengaruh ke hasil telur,” jelasnya.
Eko menuturkan, bukan hanya soal produksi, para peternak kini juga khawatir terhadap penyakit pernapasan yang mudah menyerang ayam saat suhu tinggi.
”Kalau sudah kena pilek atau sakit pernapasan, bisa tambah parah. Banyak ayam mati,” katanya.
Untuk mencegah kerugian lebih besar, ia melakukan sejumlah upaya seperti memasang kipas angin di kandang.
Juga memperbaiki sirkulasi udara, serta memberikan tambahan vitamin dan pakan berkualitas.
”Kami berusaha semampunya supaya ayam tidak stres dan tetap makan normal,” ujarnya.
Eko berharap kondisi cuaca segera membaik agar produksi bisa kembali stabil.
”Kalau panas terus begini, ya berat bagi peternak. Hasil turun, tapi biaya operasional tetap jalan,” pungkasnya.(yan/naz)
Editor : Ainul Hafidz