Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Cuaca Tak Menentu, Produktivitas Cabai Turun, Harga di Tingkat Petani di Jombang Turun Segini

Ainul Hafidz • Sabtu, 11 Oktober 2025 | 22:51 WIB
ILUSTRASI: Buruh tani memanen cabai di Desa Brodot, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Jombang.
ILUSTRASI: Buruh tani memanen cabai di Desa Brodot, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Jombang.

JombangBanget.id – Cuaca tak menentu berdampak pada produktivitas cabai.

Lantaran kerap diguyur hujan, sebagian tanaman cabai layu sebelum dipanen.

Beban petani bertambah lantaran tren harga jual cabai rawit di tingkat petani cenderung merosot.

Catur Prasetyo, salah satu petani cabai rawit di Dusun Klaci, Desa Brodot, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Jombang mengaku hasil panen cabainya menurun. Sebagian tanaman layu lantaran kerap diguyur hujan.

”Petikan pertama sampai keempat masih lumayan. Tapi, yang kelima ini agak turun, banyak yang nggak jadi dipanen karena layu duluan. Soalnya akhir-akhir ini sering hujan,” kata Catur.

Dari luasan 2.800 meter persegi lahan cabai, rata-rata menghasilkan panen antara 1,7 hingga 1,8 kuintal sekali petik.

Faktor perawatan cuaca sangat memengaruhi produktivitas cabai.

”Kalau tanamannya bagus, bisa dipanen hingga 10 kali,” bebernya.

Menurutnya, petani di wilayahnya banyak yang menggarap sawah dengan tanaman palawija dan buah.

Sebab, dukungan irigasi di wilayahnya kurang maksimal.

”Di sini pengairannya agak sulit, jadi banyak yang tanam palawija dan buah-buahan,” imbuhnya.

Baca Juga: Jelang Idul Adha, Harga Cabai di Jombang Merangkak Naik Jadi Segini

Sementara itu, Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Bandarkedungmulyo Ahmad Fauzi membenarkan, sebagian petani di Desa Brodot menanam cabai rawit.

”Musin ini sekitar 23 hektare,” terangnya.

Karena faktor irigasi yang kurang, sehingga wilayah setempat pola tanam padi dalam setahun hanya sekali.

”Padinya itu musim ini luas tanam di Bandarkedungmlyo sekitar 1.186 hektare, dan jagung 532 hektare, selebihnya melon dan cabai serta kacang tanah,” tutur dia.

Harga cabai rawit memang dikenal fluktuatif dan sangat bergantung pada kondisi cuaca serta distribusi pasar.

”Mayoritas dijual ke Pasar Induk Pare (Kabupaten Kediri), laporan kami terima dari teman-teman APCI (Asosiasi Petani Cabai Indonesia) Kabupaten Kediri harga di sana cabai rawit merah tergantung jenisnya, untuk Prentol Tumi 99 harganya Rp 22.000 per kilogram, sementara Asmoro 043 sekitar Rp 26.000 per kilogram, sedangkan Brengos 99 sekiar Rp 28.000 per kilogram,” kata Fauzi. (fid/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#petani cabai #hujan #brodot #Bandarkedungmulyo #harga cabai rawit #Jombang #Musim Tak Menentu #panen cabai #Petani