JombangBanget.id - Imam Masjid Dr H Moeldoko, KH Muhtarom Alhafiz, menjelaskan pentingnya menjaga Iman, islam dan perdamaian.
Hal itu diungkapkannya saat khotbah di Masjid Annur Satlantas Polres Jombang, Jumat (3/10).
’’Salah satu wujud syukur atas nikmat iman dan Islam dengan menebar kebaikan dan menjaga perdamaian di tengah masyarakat,’’ tuturnya.
Buah dari iman dan Islam yang benar, hadirnya kemaslahatan bagi sesama.
Imam Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata: Iman itu bukan dengan angan-angan, tetapi dengan apa yang menetap di dalam hati dan dibenarkan oleh amal perbuatan.
Jika seseorang benar-benar beriman, kedamaian dan akhlak mulia akan tercermin dalam dirinya.
Ia tidak hanya menjaga hubungan dengan Allah, tapi juga dengan manusia bahkan seluruh makhluk-Nya.
Islam berasal dari kata salama yang berarti selamat, sejahtera, damai. Ini menunjukkan, Islam agama perdamaian.
Islam agama yang membawa keselamatan dan rahmat, bukan kebencian dan permusuhan.
Allah Ta’ala berfirman dalam QS Al-Baqarah 208. Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam (perdamaian) secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan (menyebarkan kebencian dan permusuhan).
Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Orang Islam adalah orang yang membuat orang lain selamat dari gangguan tangan dan lisannya.
Nabi juga bersabda; Maukah aku beritahukan kepada kalian sesuatu yang lebih utama dari derajat puasa, salat, dan sedekah?
Para sahabat menjawab, ’’Tentu wahai Rasulullah.’’ Nabi bersabda: Mendamaikan antara dua orang yang berselisih, karena kerusakan hubungan menghapus pahala amal kebaikan.
Nabi bersabda; Kalian tidak akan masuk surga sampai kalian beriman. Dan kalian tidak akan beriman hingga kalian saling mencintai.
Maukah aku tunjukkan sesuatu yang jika kalian lakukan, maka kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian.
Salam merupakan simbol dan sarana menyebarkan perdamaian.
Umar bin Khattab radiyallahu ‘anhu berkata: Tidak ada kebaikan pada umat yang tidak memiliki kasih sayang, dan tidak akan masuk surga orang yang tidak membawa perdamaian.
Imam Al-Ghazali mengajarkan: Agama dibangun atas dasar cinta dan kasih sayang. Jika tidak membawa kedamaian, maka orang itu belum mengamalkan Islam secara utuh.
Suatu ketika, Rasulullah mendapati dua sahabat yang sedang bertengkar. Beliau langsung mendatangi mereka dan berkata: ’’Jangan kalian marah, karena marah itu dari setan.’’ (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz