Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Binrohtal: Musibah itu Obat Jiwa, Bukan Azab! Ini Dalil dan Penjelasannya

Rojiful Mamduh • Minggu, 5 Oktober 2025 | 12:55 WIB
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.

JombangBanget.id -  Pengasuh PP Al Madienah Denanyar, Jombang, KH Muhammad Najib Muhammad, menjelaskan pentingnya berhati-hati pada nikmat dan sabar terhadap musibah.

’’Sebab setiap kesulitan itu menghapus dosa dan nikmat bisa jadi pelunasan sehingga di akhirat disiksa,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duha di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Rabu (24/9).

Beliah menyampaikan hadis qudsi; Demi Keagungan-Ku, Aku tidak mengeluarkan seorang hamba dari dunia sedangkan Aku menghendaki rahmat baginya, melainkan Aku bersihkan ia dari dosa dengan sakit dan kesulitan rezeki.

Jika masih ada kesalahan yang tersisa, maka Aku jadikan sakaratul mautnya berat hingga ia mendatangi-Ku tanpa dosa, seperti bayi yang baru dilahirkan dari rahim ibunya.

Demi Keagungan-Ku, Aku tidak mengeluarkan seorang hamba dari dunia sedangkan Aku menghendaki azab baginya, melainkan Aku penuhi semua kebaikan-kebaikannya di dunia.

Jika masih tersisa kebaikannya, maka Aku jadikan sakaratul mautnya ringan hingga ia mendatang-Ku tanpa membawa kebaikan.

Tentang musibah sebagai penghapus dosa juga ditegaskan dalam QS Assyura 30.

Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka itu disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (kesalahanmu).

Tentang balasan dunia bagi orang kafir/munafik ditegaskan dalam QS Hud 15-16.

Barang siapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna, dan mereka di dunia tidak akan dirugikan.

Itulah orang-orang yang tidak memperoleh (balasan) di akhirat kecuali neraka.

Baca Juga: Binrohtal: Ini Lima Perkara Bahaya Mencintai Dunia, Lupa Akhirat

Ayat ini menunjukkan, ada orang yang semua kebaikannya dibalas habis-habisan di dunia, sehingga di akhirat mereka kosong.

Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Barang siapa yang dikehendaki Allah kebaikan padanya, maka Allah menimpakan musibah kepadanya.

Jika Allah menghendaki kebaikan bagi hamba-Nya, maka Dia segerakan (balasan) dosanya di dunia.

Dan jika Allah menghendaki keburukan bagi hamba-Nya, maka Dia tahan dosanya hingga Dia menunaikannya pada hari kiamat.

Tidaklah seorang muslim tertimpa kelelahan, penyakit, kesedihan, gangguan, bahkan duri yang menusuknya, kecuali Allah akan menghapus sebagian dari dosa-dosanya.

Ali bin Abi Thalib radiyallahu anhu berkata: Janganlah kamu merasa senang dengan nikmat dunia; sesungguhnya engkau tidak tahu apakah itu istidraj (penangguhan) atau karunia.

Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata: Seseorang diuji pada agamanya sesuai kadar agamanya.

Seorang mukmin diuji karena Allah hendak membersihkannya dari dosa-dosanya.

Ibn Qayyim Al-Jauziyah menjelaskan; Musibah yang Allah timpakan kepada hamba-Nya seperti obat bagi orang sakit; ia mengeluarkan penyakit dari tubuhnya, hingga ia bertemu Allah tanpa dosa.

Dikisahkan ada seorang ulama besar yang sedang sakit parah. Muridnya berkata: ’’Wahai guru, semoga Allah meringankan sakit Anda.’’

Beliau menjawab: ’’Semoga Allah menyempurnakan sakit ini untuk membersihkan dosa-dosaku, sehingga aku pulang kepada-Nya dalam keadaan bersih.’’

Para ulama memandang musibah sebagai rahmat yang tersembunyi, bukan sekadar penderitaan.

’’Saat susah dan teruji, berdoalah: Ya Allah, jadikan ini penghapus dosa-dosaku, dan simpanlah balasan yang besar untukku di akhirat. Saat diberi nikmat, berdoalah: Ya Allah, jadikan ini sebagai pendahuluan (DP) dari rahmat-Mu yang lebih besar di akhirat, bukan sebagai balasan habis-habisan di dunia,’’ saran Gus Najib. (jif/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#Polres Jombang #musibah #obat jiwa #masjid #obat #penghapus dosa #Binrohtal #Jombang