Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Produksi Tembakau Merosot Tajam, Disperta Jombang Siapkan Langkah Ini

Achmad RW • Sabtu, 27 September 2025 | 23:33 WIB
Perajang tembakau di Jombang ikut terdampak harga tembakau yang murah dan jeblok
Perajang tembakau di Jombang ikut terdampak harga tembakau yang murah dan jeblok

JombangBanget.id – Produksi tembakau di Kabupaten Jombang tahun ini merosot tajam.

Dinas Pertanian Jombang mencatat, turunnya produksi ini akibat tingginya curah hujan sejak masa tanam hingga panen.

Kondisi ini membuat sebagian besar petani gagal memanen secara maksimal.

”Produksi tembakau di Kabupaten Jombang tahun ini menurun cukup tajam,” kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, Much Rony.

Dari hasil pendataan yang dilakukan dinas, penurunan tajam salah satunya di Kecamatan Ploso.

Dari 1.347 hektare lahan yang ditanam, hanya sekitar 336 hektare atau seperempatnya saja yang bisa dipanen.

”Kecamatan Plandaan masih lebih baik dengan panen sekitar 620 hektare dari total 774 hektare lahan, atau setara 80 persen,” terangnya.

Hal serupa terjadi di Kecamatan Ngusikan, di mana dari 199 hektare lahan, sekitar 166 hektare berhasil dipanen, dengan persentase 83 persen.

Kecamatan Kabuh yang memiliki lahan terluas, yakni 2.440 hektare, hanya bisa memanen sekitar 975 hektare.

”Artinya, lahan yang berhasil dipanen hanya 40 persen,” bebernya.

Kecamatan Kudu, lanjut Rony, tercatat relatif aman, dengan hasil panen 893 hektare dari total 1.093 hektare, atau sekitar 82 persen.

Baca Juga: Kemarau Basah Bikin Petani Tembakau di Jombang Gigit Jari, Rendemen Anjlok

”Rata-rata, angka panen pada kisaran 62 persen,” ungkapnya.

Rony menyebut, iklim basah sebagai faktor utama. Curah hujan tinggi sejak awal tanam membuat produktivitas turun.

”Kondisi itu, membuat peningkatan kelembaban juga memicu serangan hama. Daun tembakau jadi cepat rusak,” katanya.

Meski begitu, pemerintah daerah sudah menyiapkan langkah solutif. Dinas Pertanian Jombang menurunkan penyuluh ke lapangan.

”Kami beri pendampingan teknis,” ujar Rony.

Ia juga mendorong petani memanfaatkan rumah pengering atau oven sederhana.

”Jangan hanya mengandalkan sinar matahari,” tegasnya.

Selain itu, dinas menggandeng sejumlah pabrikan rokok untuk ikut membantu petani.

”Ada kemitraan dengan pabrik jadi bisa dimanfaatkan untuk pengeringan semi modern,” imbuhnya.

Rony menekankan perlunya adaptasi pola tanam ke depan.

”Petani harus menyesuaikan dengan prakiraan cuaca,” tegasnya. (riz/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#Pemkab Jombang #petani tembakau #Tembakau #produksi tembakau #Jombang #disperta jombang #Petani