JombangBanget.id - Ustad Muhammad Nur Iskandar dari PP Al Muhsinin, Tugu, Kepatihan, Jombang menjelaskan beratnya ujian nikmat.
’’Banyak orang lulus diuji susah, namun tidak lulus saat diberi ujian nikmat. Sehingga nikmat berubah menjadi azab,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Selasa (23/9).
Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Ada tiga orang dari Bani Israil.
Penderita lepra, orang berkepala botak, dan seorang buta. Allah ingin menguji keimanan mereka.
Malaikat datang kepada si penderita lepra dan bertanya; Apakah yang paling kamu inginkan?
’’Rupa yang elok, kulit yang indah.’’
Malaikat mengusap penyakit si penderita lepra. Dalam sekejap, hilang penyakit yang dideritanya.
Wajahnya jadi elok rupawan. Kulitnya indah dipandang.
Apalagi yang kamu inginkan? ’’Unta atau sapi.’’ Kemudian ia dianugerahi seekor unta yang bunting.
Malaikat mendatangi orang kedua— pemuda berkepala botak. Apakah yang kamu inginkan? ’’Rambut yang indah.’’
Malaikat mengusap kepalanya, dan hilang penyakitnya. Serta diberi rambut yang indah.
Baca Juga: Binrohtal: Menjadi Muslim yang Dicintai Rasulullah, Ini Tiga Sifat yang Harus Dimiliki
Apalagi yang kamu senangi? ’’Saya ingin beternak Sapi.’’ Ia diberi seekor sapi bunting.
Selanjutnya, malaikat mendatangi si buta. Apakah yang paling kamu inginkan?
’’Semoga Allah berkenan mengembalikan penglihatanku.’’ Tak butuh waktu lama, penglihatannya kembali.
Kekayaan apa yang kamu senangi? ’’Kambing,’’ jawabnya. Malaikat pun memberikan kambing betina yang sedang bunting.
Setelah lama, ketiganya jadi orang kaya.
Baca Juga: Binrohtal: Salat Lebih Utama dari Segala Urusan Dunia, Ini Dalil dan Kisahnya
Malaikat mendatangi mantan lepra dengan menyerupai dirinya ketika masih sakit.
’’Aku seorang miskin. Demi Allah yang telah memberi anda rupa yang elok, kulit yang indah, dan kekayaan ini, aku meminta kepada anda seekor unta saja untuk bekal melanjutkan perjalananku,’’ ucap malaikat.
Si mantan lepra menolak. ’’Saya punya tanggungan banyak.’’
Malaikat lalu mengingatkan, dulu dia juga lepra. Namun dia ingkar.
’’Sungguh, harta kekayaan ini aku warisi turun- temurun dari nenek moyangku yang mulia lagi terhormat.’’
Malaikat lalu berkata, ’’Jika anda berkata dusta, niscaya Allah mengembalikan anda kepada keadaan anda semula,’’ tuturnya.
Lalu malaikat menemui si botak tapi juga ditolak dan ingkar. Sehingga keduanya kembali pada keadaan awal.
Terakhir, malaikat mendatangi mantan orang buta dengan menyerupai dirinya dulu.
Si mantan buta itu ternyata dermawan.
’’Sungguh, aku dahulu buta, lalu Allah mengembalikan penglihatanku. Maka, ambillah apa yang anda sukai dan tinggalkan apa yang anda sukai.’’
Malaikat yang menyerupai orang buta itupun berkata, ’’Peganglah kekayaan anda. Allah telah rida kepadamu. Allah murka kepada kedua temanmu, dan mengembalikan keadaan mereka seperti sedia kala,’’ ungkapnya. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz