JombangBanget.id - Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Jombang, KH Agung Bahroni, menjelaskan kunci bahagia ala Imam Syafii.
’’Ada tiga kunci bahagia ala Imam Syafii,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Senin (22/9).
Pertama, meninggalkan banyak berbicara hal yang bukan ranahnya. Tirakat hari ini adalah tidak banyak komentar.
Imam Syafii pernah berkata: Jika seseorang ingin selamat, hendaklah ia sedikit berbicara tentang hal yang bukan urusannya.
Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Di antara tanda baiknya Islam seseorang, ia meninggalkan hal yang tidak bermanfaat baginya.
Allah Ta’ala berfirman dalam QS Al Isra 36. Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya.
Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya.
Seorang tabi’in, Hasan al-Bashri, ketika ditanya tentang sebab ketenangan hatinya, menjawab: ’’Karena aku tidak ikut campur urusan orang lain dan tidak membicarakan apa yang tidak perlu.’’
Zaman sekarang, tirakat yang paling besar, menahan lisan dan jari dari komentar yang tidak perlu, terutama di media sosial.
Kedua, menjauhi kemaksiatan. Imam Syafii pernah menuturkan syair terkenal ketika merasa kesulitan menghafal: ’’Aku mengadukan kepada Waki’ tentang buruknya hafalanku, lalu ia menasihatiku untuk meninggalkan maksiat.
Ia berkata: Sesungguhnya ilmu adalah cahaya, dan cahaya Allah tidak diberikan kepada pelaku maksiat.’’
Baca Juga: Binrohtal: Salat Lebih Utama dari Segala Urusan Dunia, Ini Dalil dan Kisahnya
Allah berfirman dalam QS Attur 17. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam surga dan kenikmatan.
Menjauhi maksiat bukan hanya menjaga diri dari dosa, tapi juga membuka pintu kebahagiaan dan ketenangan.
Ibnu Qayyim al-Jauziyyah berkata: Tidak ada sesuatu yang lebih merusak hati dibandingkan dengan dosa. Ia seperti racun bagi ruh.
Ketiga, memiliki amal rahasia (mastur) yang hanya diketahui oleh Allah. Imam Syafii menyarankan untuk memiliki amal rahasia, sebagai bentuk keikhlasan yang murni.
Rahasiakan amalmu sebagaimana kamu merahasiakan dosamu.
Amal mastur ini bisa berupa sedekah, salat malam, zikir, atau doa yang tak diketahui siapa pun kecuali Allah.
Rasulullah bersabda: Tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan pada hari tiada naungan kecuali naungan-Nya.
Salah satunya: Orang yang bersedekah dengan tangan kanannya, lalu tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz