Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Panen Melon Terancam Gagal, Petani di Bandarkedungmulyo Jombang Kewalahan Lawan Jamur dan Biaya Tinggi

Achmad RW • Senin, 22 September 2025 | 21:10 WIB
TERANCAM GAGAL PANEN: Petani melon di Desa/Kecamatan Bandarkedungmulyo, Jombang menunjukkan buah melon yang membusuk.
TERANCAM GAGAL PANEN: Petani melon di Desa/Kecamatan Bandarkedungmulyo, Jombang menunjukkan buah melon yang membusuk.

JombangBanget.id – Petani melon di Desa/Kecamatan Bandarkedungmulyo, Jombang kini sedang resah.

Tanaman mereka banyak yang layu diserang jamur yang datang karena cuaca yang tak menentu.

”Lagi bingung ini memang, banyak yang kena jamur, kalau petani sini bilangnya jamur trotol,” terang Wahyudi, 60, salah satu petani Desa Bandarkedungmulyo.

Jamur ini sudah menginfeksi banyak tanaman petani. Termasuk tanaman miliknya.

”Punya saya sebagian masih bisa diselamatkan, namun ada juga yang kena sampai kuning-kuning daunnya,” lontarnya.

Penyakit ini sudah menyerang tanaman petani sejak beberapa bulan belakangan.

Tepatnya ketika daunnya mengembang dan mulai berbuah.

”Ya karena cuaca ekstrem ini, hujan masih sering turun jadinya jamurnya tumbuh. Awalnya cuma totol di daun, tapi kalau dibiarkan itu dua hasi rusah pasti mati daunnya, dan otomatis melonnya juga tidak berkembang,” lontarnya.

Akibat serangan itu, sejumlah tanaman melon miliknya kini terpaksa dibiarkan mati.

Namun yang masih bisa diselamatkan tetap akan dirawatnya.

”Masih ada yang bisa diselamatkan untungnya, tapi ada juga yang dibiarkan sama pemiliknya, karena sudah tidak tertolong,” lontarnya.

Baca Juga: Nelangsa Petani di Bandarkedungmulyo Jombang, Digiyur Hujan, Bikin Tanaman Melon Rusak

Mastur, 56, petani lain di Desa Bandarkedungmulyo juga mengeluhkan kondisi yang serupa.

Hujan yang acap kali datang membuat pertumbuhan melon jadi mengkhawatirkan.

”Di Kecamatan Bandarkedungmulyo, di desa ini (Desa Bandarkedungmulyo) paling luas dan semuanya tanam melon, sekarang pada bingung,” lontarnya.

Bagi petani yang tanamannya masih bertahan, petani pun harus mengeluarkan biaya lebih.

Khususnya untuk penanganan dampak hujan.

”Setelah hujan itu wajib disemprot fungisida biar jamurnya tidak berkembang, jadi tinggal mengalikan saja berapa kali semprot dan tenaga kerjanya setiap kali hujan,” ungkapnya.

Belum lagi, dengan perawatan lain kepada buah yang sudah membesar.

Buah-buah ini, harus diganjal atau ditali agar tak menempel langsung pada plastik setelah hujan datang.

”Yang terlalu rendah, diganjal pakai styrofoam, kalau yang bisa ditali ya ditali agak ke atas, biar tidak langsung kena plastiknya yang berair. Kalau tidak begitu bisa busuk,” ungkapnya sembari menunjukkan buah yang terlanjur busuk.

Untuk pekerjaan itu, Mastur menyebut petani juga harus mengeluarkan biaya tambahan lagi baik untuk material maupun tenaga kerja.

Petani juga resah lantaran usia buah hingga panen kurang lebih tinggal dua pekan lagi.

”Punya saya mungkin tinggal dua sampai tiga minggu lagi panen, ya semoga saja nutut,” pungkasnya.

Sementara itu, Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Bandarkedungmulyo Ahmad Fauzi mengakui, gejala serangan jamur sudah mulai terlihat sejak beberapa waktu terakhir.

”Iya, kemarin itu tanaman melon banyak yang kena jamur fusarium. Penyebab utamanya karena kondisi yang lembap, terus banyak air. Termasuk kemarin curah hujan juga masih ada, padahal ini sudah masuk musim kemarau,” kata Fauzi.

Akibat serangan itu membuat tanaman menjadi layu.

Di sisi lain, tingginya curah hujan di musim kemarau juga berdampak pada terganggunya pertumbuhan tanaman melon.

Meski begitu, diharapkan kondisi ini tidak sampai menyebabkan gagal panen.

”Kalau sampai gagal panen, semoga saja tidak. Hanya saja produksi tahun ini tidak bisa maksimal seperti sebelumnya,” ujar Fauzi.

Luas lahan tanaman melon di Kecamatan Bandarkedungmulyo tercatat lebih dari 114 hektare.

Wilayah terluas berada di Desa Bandarkedungmulyo, disusul sebagian kecil lahan di Desa Pucangsimo, Brodot, dan Desa Gondangmanis.

”Awal panen harusnya mulai akhir September ini,” kata Fauzi. (riz/fid)

Editor : Ainul Hafidz
#Bandarkedungmulyo #cuaca ekstrem #gagal panen #Jombang #petani melon #jamur #Melon