JombangBanget.id – Meski bangunan terminal barang atau Terminal Parkir Khusus Tunggorono telah dibongkar, Pemkab Jombang memastikan operasional terminal tetap berjalan hingga akhir 2025.
Hal ini dilakukan untuk menjaga kelancaran lalu lintas sekaligus mempertahankan potensi pendapatan asli daerah (PAD).
Pantauan di lokasi, eks bangunan terminal tampak acak-acakan. Musala, MCK, dan kantor hanya menyisakan puing tanpa atap.
Namun, deretan kendaraan bertonase besar masih terlihat beraktivitas di area parkir.
”Terminal masih difungsikan. Hanya fasilitas tambahan yang dibongkar,” ujar Plt Kepala Dinas Perhubungan Jombang, Anwar, Jumat (19/9).
Ia menjelaskan, terminal barang akan dinonaktifkan sepenuhnya jika terminal baru di Kecamatan Perak sudah siap digunakan.
Targetnya, fasilitas baru mulai difungsikan pada Januari 2026.
”Sampai Desember 2025, terminal lama tetap dipakai. Ini juga untuk menampung kendaraan yang biasanya parkir di tepi jalan agar tidak mengganggu arus lalu lintas,” jelasnya.
Sementara itu, hasil lelang pembongkaran aset di Terminal Tunggorono tercatat sebesar Rp 50,5 juta. Dana tersebut telah masuk ke kas daerah.
”Sudah selesai semua, termasuk transfer hasil lelang,” pungkas Anwar.
Seperti diberitakan sebelumnya, satu per satu bangunan di eks terminal barang Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang, mulai diratakan.
Baca Juga: Demi Sekolah Rakyat, Pemkab Jombang Bebaskan Tanah di Sekitar Terminal Barang Tunggorono
Pasalnya, lahan tersebut disiapkan untuk lokasi pembangunan gedung Sekolah Rakyat.
Sementara, terminal khusus parkir akan direlokasi ke eks kantor Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Perak di Desa Glagahan, Kecamatan Perak.
”Beberapa fasilitas sudah dibongkar, seperti kantor dan lainnya,” ungkap Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Jombang, Kamis (18/9).
Meski kantor sudah tak lagi difungsikan, sementara sebagian area terminal masih tetap digunakan.
”Parkir lama tetap dipakai. Pengurukan dilakukan di bagian belakang dan selatan,” ujarnya.
Yohan menambahkan, sesuai rencana lahan eks terminal parkir khusus dipilih untuk lokasi pembangunan gedung Sekolah Rakyat yang sementara ini masih menempati gedung SKB Mojoagung.
Sementara, kantor terminal parkir khusus akan direlokasi ke kantor BPP Perak.
Meski pembangunan fasilitas di lokasi baru belum bisa direalisasikan penuh tahun ini.
”Belum ada anggaran untuk kantor atau fasilitas lain. Tahun ini hanya pengurukan dan pemasangan paving. Targetnya sementara bisa digunakan untuk parkir kargo,” jelas Yohan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jombang Bayu Pancoroadi melalui Kabid Tata Bangunan dan Bina Konstruksi Edy Santoso menegaskan, pihaknya hanya menangani pengurukan lahan.
”Pembongkaran bukan kegiatan kami. Itu dari dishub,” tegas Edy.
Sebagai informasi, lahan eks terminal barang atau terminal parkir khusus di Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang akan difungsikan sebagai Sekolah Rakyat.
Pemkab Jombang mengalokasikan anggaran sebesar Rp 17,9 miliar dalam P-APBD 2025 untuk pengadaan dan pengurukan lahan Sekolah Rakyat di area terminal barang.
Rinciannya, anggaran sebesar Rp 8,8 miliar untuk pengadaan tambahan lahan dan Rp 9,1 miliar untuk kegiatan pengurukan.
”Ya, insya Allah, sebagai bentuk dukungan kita untuk menyukseskan program Sekolah Rakyat,” ujar Bupati Jombang Warsubi.
Sedangkan operasional terminal barang akan dipindahkan ke lahan eks kantor BPP Perak. (ang/naz)
Editor : Ainul Hafidz