JombangBanget.id - Pengasuh PP Tahfidzul Quran Darul Hikam Mancar Peterongan, Jombang, Ustad Abu Mansur Alhafiz, mengajak mengenal Rasulullah.
’’Dengan mengenal Rasulullah dan mempelakukan umat dengan sifat Rasulullah, maka kita akan dicintai oleh Rasulullah,’’ tuturnya, saat khotbah di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Jumat (19/9).
Allah Ta’ala berfirman di QS At-Taubah 128.
Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang Rasul dari kalanganmu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.
Ayat ini menyebutkan tiga sifat utama Rasulullah.
Pertama, berat terasa olehnya penderitaan kalian.
Nabi sangat peduli terhadap kesulitan umatnya. Penderitaan umat menjadi beban di hatinya.
Kedua, sangat menginginkan keselamatan bagi kalian.
Rasulullah memiliki semangat yang besar untuk membimbing umatnya kepada kebaikan, keselamatan, dan surga.
Ketiga, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang beriman.
Sifat kasih sayang beliau begitu besar, melebihi kasih seorang ibu terhadap anaknya.
Baca Juga: Binrohtal: Ini Ancaman Allah SWT bagi Umat yang Tinggalkan Amar Makruf Nahi Munkar
Rasulullah bersabda: Sesungguhnya perumpamaanku dengan umatku seperti seorang yang menyalakan api, lalu serangga-serangga dan kupu-kupu menjatuhkan diri ke dalamnya, dan aku berusaha menahan kalian agar tidak terjun ke dalam api itu, tetapi kalian tetap mendesak masuk.
Ini menggambarkan betapa besar rasa cinta dan kasih sayang Rasulullah kepada umatnya.
Beliau rela menahan umatnya dari siksa neraka, bahkan ketika mereka sendiri tidak menyadarinya.
Kita perlu meneladani Rasulullah dalam memperlakukan umat dalam kehidupan sehari-hari.
Pertama, empati dan peduli.
Sifat Nabi, berat terasa olehnya penderitaan kalian, mengajarkan kita untuk memiliki empati.
Umat Islam harus peduli terhadap kondisi sesamanya.
Umar bin Khattab radiyallahu ‘anhu berkata: Jika seekor keledai mati di Irak karena jalan yang rusak, maka aku khawatir Allah akan menanyakan hal itu kepadaku karena aku adalah pemimpin mereka.
Ini menunjukkan kepedulian pemimpin terhadap umat sebagaimana dicontohkan Rasulullah.
Kedua, semangat memberi manfaat dan menasihati.
Sifat Nabi, sangat menginginkan keselamatan bagi kalian, berarti kita harus memiliki keinginan kuat untuk menebar kebaikan dan menyelamatkan umat dari keburukan.
Memperingatkan, menasihati, dan membimbing umat merupakan warisan sifat Rasulullah.
Ketiga, kasih sayang dan kelembutan.
Sifat Nabi, amat belas kasihan dan penyayang, mengajarkan kita untuk memperlakukan sesama dengan kasih sayang, terutama terhadap orang beriman.
Rasulullah bersabda: Orang-orang yang penyayang akan disayangi oleh Ar-Rahman.
Sayangilah makhluk di bumi, niscaya kalian akan disayangi oleh yang di langit.
Alkisah, ada seorang wanita Yahudi yang setiap hari melemparkan kotoran ke jalan yang biasa dilalui Rasulullah. Suatu hari, kotoran itu tidak ada.
Rasulullah mencari tahu dan diberitahu bahwa wanita itu sedang sakit.
Lalu Nabi menjenguknya. Wanita itu menangis haru karena kebaikan Rasulullah dan akhirnya masuk Islam.
Ini gambaran nyata dari sifat kasih sayang, empati, dan harapan Nabi terhadap hidayah bagi semua manusia. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz