JombangBanget.id - Katib Syuriyah MWCNU Jogoroto, Jombang sekaligus Wakil Ketua MUI Jogoroto, KH M Sholahuddin Kariim, menjelaskan pentingnya salat lima waktu.
’’Salat adalah bentuk ta’abbud (penghambaan murni) dan tasyakkur (rasa syukur) kita kepada Allah Ta’ala,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duha di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Rabu (17/9).
Ta’abbud berarti bentuk ibadah yang dilakukan semata-mata karena Allah.
Mengikuti perintah-Nya tanpa menanyakan kenapa atau bagaimana.
Salat termasuk dalam ibadah mahdhah (murni), yang aturannya datang langsung dari wahyu, bukan hasil ijtihad.
Sebagaimana diperintahkan dalam QS Adz-Dzariyat 56.
Salat juga merupakan bentuk syukur atas segala nikmat Allah.
Orang beriman tidak hanya bersyukur dengan lisan, tapi dengan gerakan tubuh dan ketaatan.
Sebagaimana disebutkan dalam QS Saba 13.
’’Salat amal yang pertama dihisab,’’ terangnya.
Sebagaimana sabda Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam. Jika salatnya baik, maka seluruh amalnya akan baik.
Baca Juga: Binrohtal: Jangan Cari yang Baik, tapi Jadi yang Baik
Jika rusak, maka rusaklah seluruh amalnya.
Salat adalah syariat yang tidak bisa diganti, ditinggalkan, atau diremehkan.
Bahkan dalam kondisi ekstrem, salat tidak gugur. Dalam perang, salat tetap diwajibkan. Dalam sakit, salat tetap harus dilakukan semampunya.
Ibnu Abbas berkata: Barang siapa meninggalkan salat, maka sungguh ia telah kafir.
Dalam kondisi safar (perjalanan), Allah memberikan rukhshah (keringanan).
Berupa qosor (meringkas salat 4 rakaat menjadi 2 rakaat). Juga jamak (menggabungkan salat Duhur-Asar dan Maghrib-Isya).
Imam Nawawi rahimahullah berkata: Qosor salat adalah sunah muakkadah dalam perjalanan yang memenuhi syarat, dan lebih utama daripada menyempurnakannya.
Suatu ketika, Umar bin Khattab radiyallahu 'anhu terluka parah akibat ditusuk dalam salat Subuh.
Dalam keadaan sekarat, ia masih bertanya: ’’Apakah manusia telah salat?’’
Mereka menjawab, ’’Ya.’’ Lalu Umar berkata: ’’Tidak ada bagian dalam Islam bagi orang yang meninggalkan salat.’’
Ini menunjukkan, salat lebih utama dari urusan dunia dan nyawa sekalipun.
Salat juga karunia dan kebutuhan jiwa. Penyejuk hati dan penyambung ruh dengan Rabb.
Salat adalah tempat curhat, tobat, syukur, dan penghambaan total.
Rasulullah bersabda: Dijadikan penyejuk hatiku dalam salat. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz