JombangBanget.id – Tren harga beras di Jombang terus menunjukkan kenaikan.
Sudah sepekan terakhir, harga beras medium merangkak naik, sementara beras premium makin mahal dan mulai langka di pasaran.
Pantauan di Pasar Citra Niaga (PCN) Jombang, pedagang beras sibuk melayani pembeli.
Harga beras medium yang sebelumnya Rp 13.400 per kilogram kini naik menjadi Rp 14 ribu per kilogram.
Sedangkan beras premium tembus Rp 15.200 per kilogram, dari sebelumnya Rp 14.500.
Andri, salah satu pembeli, mengaku heran dengan kondisi tersebut.
”Sekarang kan panen raya, tapi harga beras malah naik. Pemerintah harusnya bisa kendalikan,” ujarnya.
Ia menilai, dengan luasnya lahan sawah di Jombang dan keberadaan gudang Bulog, seharusnya harga beras bisa lebih stabil.
”Sawah banyak, Bulog juga ada. Tapi kenapa harganya nggak bisa turun,” keluhnya.
Kondisi berbeda terjadi pada beras jenis premiun. Tak hanya mahal, beras premium juga mulai sulit ditemui.
Sugandi, pedagang beras di PCN, menyebut pasokan dari pabrik menurun drastis.
Baca Juga: Harga Beras di Jombang Makin Meroket, Ini Siasat Warga Menghadapinya
”Biasanya dapat 5 ton, sekarang cuma 5 kuintal. Pabrik nggak berani ambil risiko karena memang langka di sana,” jelasnya.
Sugandi menduga, kelangkaan beras premium dipicu oleh tingginya biaya produksi dan distribusi.
”Mulai dari penggilingan, pemutihan, sampai pengiriman, semua biayanya naik,” katanya.
Kondisi ini membuat masyarakat semakin tertekan. Selain beras, harga kebutuhan pokok lain juga ikut naik.
Warga berharap pemerintah segera turun tangan untuk menstabilkan harga dan menjamin ketersediaan bahan pangan. (riz/naz)
Editor : Ainul Hafidz