JombangBanget.id – Kondisi Pasar Perak, Jombang kian memprihatinkan.
Ratusan kios dan lapak yang dibangun dengan anggaran Rp 10 miliar lebih kini mangkrak.
Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang tengah menyiapkan pertemuan lintas sektor untuk mencari solusi.
”Kami sudah agendakan untuk pertemuan lintas sektor. Cuma, sekarang masih menunggu jadwal teman-teman, karena masih banyak kegiatan,” ujar Kepala Disdagrin Jombang Suwignyo kemarin.
Meski belum bisa memastikan jadwal rapat. Namun, ia menargetkan terlaksana paling lambat minggu depan.
Terlebih, ada perubahan struktur pejabat, termasuk di tubuh Satpol PP yang kini dipimpin Plt Kasatpol PP Jombang, Purwanto.
”Jadi kami juga menyesuaikan dengan tugas-tugas pejabat baru. Mungkin akan ada nuansa baru dari Satpol PP yang lebih tegas lagi dalam penyelesaian masalah Pasar Perak ini,” imbuh dia,” imbuh Suwignyo.
Pertemuan ini diharapkan menjadi titik balik agar pedagang mau kembali menempati kios yang telah disediakan.
Sebab, hingga kini sebagian besar area pasar masih kosong.
”Harapan kami, dari rapat itu muncul solusi konkret,” tegasnya.
Pasar Perak dibangun melalui bantuan keuangan provinsi. Pada 2020, pembangunan lapak sementara untuk relokasi pedagang menyedot anggaran Rp 376 juta.
Baca Juga: Pasar Perak Jombang Tetap Sepi, Lapak Rp 10 Miliar Mangkrak
Dilanjutkan pembangunan fisik tahap pertama pada 2021 sebesar Rp 6 miliar, dan tahap kedua pada 2022 sebesar Rp 3,7 miliar.
Sayangnya, meski bangunan sudah berdiri megah, ratusan pedagang lebih memilih berjualan di pinggir jalan.
Upaya pemkab membujuk mereka agar pindah ke dalam pasar belum membuahkan hasil.
Kalangan DPRD Jombang mendesak pemkab agar segera menuntaskan permasalahan Pasar Perak.
Para wakil rakyat juga berencana meminta klarifikasi ke dinas.
”Kami juga menunggu jadwal dari DPRD untuk ikut duduk bersama,” pungkas Suwignyo. (fid/naz)
Editor : Ainul Hafidz