JombangBanget.id – Embung Ngabar di Desa Sumberteguh, Kecamatan Kudu, Jombang sudah lama tak tersentuh perbaikan.
Meski sejumlah bagian rusak, embung di kawasan utara Brantas ini masih bisa menampung air.
Kepala Dinas PUPR Jombang Bayu Pancoroadi melalui Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Sultoni menjelaskan, hingga saat ini belum ada penanganan rehabilitasi terhadap Embung Ngabar, meski terdapat beberapa titik kerusakan.
”Untuk Embung Ngabar memang sudah lama tidak ada kegiatan rehab. Ada beberapa titik yang rusak, namun belum tertangani,” kata Sultoni.
Meski masih terdapat kerusakan, kondisinya saat ini masih bisa menampung air.
”Karena musim kemarau tahun ini tergolong kemarau basah, masih ada hujan. Sehingga embung tetap terisi dan airnya bisa dimanfaatkan petani,” imbuh dia.
Diakui, kondisi embung di wilayah utara Sungai Brantas umumnya kering pada musim kemarau.
Beberapa embung yang bisa bertahan sedikit lebih lama antara lain tiga di Kecamatan Plandaan, masing-masing Embung Grojokan di Desa Plabuhan.
Embung Bangsri di Desa Bangsri, dan Embung Plabuhan di Desa Plabuhan. Sisanya Embung Tanjungwadung di Desa Tanjungwadung, Kecamatan Kabuh.
”Kalau musim kemarau basah seperti sekarang, air masih ada, meskipun sedikit. Biasanya dimanfaatkan secara manual petani, seperti dipompa untuk mengairi tanaman tembakau dan sayuran,” ujar Sultoni.
Sementara itu, Sunarsih salah satu petani Desa Sumberteguh, Kecamatan Kudu mengakui kondisi tersebut.
Baca Juga: Embung Karangpakis Kabuh Jombang Tak Lagi Bisa Diandalkan Petani, Ternyata Ini Penyebabnya
Tahun ini Embung Ngabar masih menyimpan cukup air, yang sangat membantu kebutuhan irigasi.
”Ini masih banyak airnya karena hujan masih sering turun. Biasanya dulu kalau sudah masuk musim kemarau seperti sekarang, embung sudah kering,” ujar Sunarsih.
Kerusakan di embung memang ada, tetapi tidak terlalu parah.
Kondisi embung bisa terus dipelihara agar tetap berfungsi optimal, terutama saat musim kemarau tiba.
”Sekarang kami masih bisa ambil airnya pakai pompa untuk menyiram tembakau dan sayuran,” kata Sunarsih.
Seperti diketahui, Jombang sampai saat ini memiliki 18 embung. Menyebar di 14 desa dari 4 kecamatan.
Masing-masing empat di Kecamatah Kudu, sembilan di Kecamatan Kabuh, dan tiga di Kecamatan Plandaan.
Serta dua di Kecamatan Bareng. Namun demikian, tak semua embung berfungsi. Karena terdapat kerusakan. (fid/naz)
Editor : Ainul Hafidz