Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Binrohtal: Jangan Cari yang Baik, tapi Jadi yang Baik

Rojiful Mamduh • Selasa, 16 September 2025 | 13:22 WIB
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang

JombangBanget.id - Pengasuh PP Hidayatul Quran, Sentul, Tembelang, Jombang, Ustad Yusuf Hidayat Alhafiz, menjelaskan pentingnya menjadi bukan mencari.

’’Jangan mencari pasangan saleh, tapi jadilah orang saleh pasti punya pasangan salehah,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Senin (15/9).

Perubahan tidak dimulai dari orang lain. Ia bermula dari dalam. Dari tekad untuk memperbaiki hati, akhlak, ibadah, dan cara berpikir.

Allah Ta’ala berfirman di QS Hud 114. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk.

Kebaikan tidak hanya menjadi pahala, tetapi juga pembersih kesalahan.

Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Ikutilah keburukan dengan kebaikan, niscaya ia akan menghapusnya.

Banyak orang rajin memberi nasihat, tapi lupa menjadi teladan.

Padahal, Rasulullah SAW tidak hanya berkata, tapi beliau teladan dalam semua aspek.

Sebagaimana ditegaskan dalam QS Al Ahzab 21. Sungguh telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu.

Ibnu Mas’ud radiyallahu ‘anhu berkata: Manusia itu lebih membutuhkan kepada teladan daripada banyak nasihat.

Kebaikan itu menginspirasi. Ia tidak butuh banyak kata, cukup dilihat dan dirasakan. Anak-anak tidak belajar dari ceramah, tapi dari akhlak orang tuanya.

Baca Juga: Binrohtal: Hati-Hati, Mengandalkan Amal Bisa Jauhkan Kita dari Rahmat Allah SWT

Pasangan tidak berubah karena omelan, tapi karena cinta dan kesabaran yang ditunjukkan.

Ketika kita menjadi orang baik, maka Allah akan takdirkan kita bersama orang-orang yang baik pula, baik sebagai pasangan, sahabat, atau menantu.

Salah satu contoh terbesar dari prinsip ini Rasulullah SAW sendiri.

Beliau bukan hanya baik kepada orang baik, tapi juga kepada yang menyakitinya.

Salah satu contohnya peristiwa wafatnya Abdullah bin Ubay bin Salul, pemimpin munafik.

Anaknya, seorang muslim yang saleh, datang kepada Nabi SAW memohon agar Nabi memberikan jubahnya untuk kafan ayahnya, dan Nabi mengabulkannya.

Bahkan beliau sempat berdiri untuk mensalatkan jenazahnya sebelum Allah menurunkan larangan (QS. At-Taubah: 84).

Nabi tidak menjadikan perlakuan buruk orang lain sebagai alasan untuk tidak berbuat baik.

Nabi berbuat baik karena beliau pribadi yang baik.

Imam Hasan Al-Bashri berkata: Berbuat baiklah kepada orang yang berbuat buruk padamu. Itulah sifat orang bertakwa.

Imam Ahmad bin Hanbal suatu ketika dijamu oleh seorang pemilik rumah yang tidak salat.

Selama beberapa hari di rumah itu, Imam Ahmad tidak menegur dengan keras atau mencaci.

Beliau justru menunjukkan akhlak mulia, banyak ibadah, dan menjaga lisan.

Ketika Imam Ahmad hendak pergi, pemilik rumah menangis dan berkata: ’’Demi Allah, aku tidak sanggup melihat akhlakmu tanpa ingin berubah. Maka mulai hari ini, aku akan taat kepada Allah.’’

Kebaikan yang tulus akan selalu menyentuh hati, tanpa harus memaksa. (jif/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#Polres Jombang #tembelang #baik #jadi #masjid #Terbaik #Cari #sentul #Binrohtal #Jangan #Jombang