JombangBanget.id - Pengasuh PP Al Hidayah Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang KH Abdul Jabbar, menjelaskan pentingnya merenung dan mengoreksi diri agar semakin baik.
’’Ada lima pesan malaikat Jibril alaihissalam kepada Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam yang perlu kita renungkan,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Kamis (11/9).
Pertama, hiduplah sesukamu, sesungguhnya engkau akan menjadi mayit.
Ini pengingat bahwa kehidupan dunia bersifat sementara.
Allah Ta'ala berfirman dalam QS Ali Imran 185. Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.
Umar bin Khattab radiyallahu 'anhu pernah berkata: Cukuplah kematian sebagai penasihat.
Mengingat mati menguatkan kesadaran akan tanggung jawab di hadapan Allah Ta’ala.
Dunia hanyalah ladang amal, bukan tempat tinggal abadi.
Kedua, cintailah siapa saja yang engkau senangi, sesungguhnya engkau pasti akan berpisah dengannya.
Perpisahan adalah pelajaran bahwa cinta sejati hanyalah untuk Allah dan Rasul-Nya, cinta yang tidak berakhir di dunia, tapi kekal di akhirat.
Ketiga, beramallah semaumu, sesungguhnya engkau akan menuai balasannya.
Ini peringatan bahwa setiap amal manusia pasti akan dibalas, sekecil apapun. Sebagaimana ditegaskan dalam QS Alzalzalah 7-8.
Imam Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata: Dunia adalah negeri amal, barangsiapa yang tidak beramal di dunia, dia akan menyesal di akhirat.
Keempat, kemuliaan seorang mukmin terletak pada salat malam.
Imam Al-Hasan Al-Bashri berkata: Aku tidak menemukan sesuatu yang lebih menenangkan hati dan mendekatkan kepada Allah melebihi salat malam.
Salat malam adalah sumber kekuatan batin. Ia membangkitkan keikhlasan, menyucikan jiwa, dan menjadi ciri khas para wali dan kekasih Allah.
Kelima, kehormatan seorang mukmin adalah rasa kecukupan dari manusia.
Rasa cukup (qana’ah) adalah sumber kehormatan. Orang yang tidak bergantung kepada manusia adalah orang yang benar-benar merdeka.
Rasulullah bersabda: Barangsiapa menjaga kehormatannya, maka Allah akan menjaganya.
Barang siapa merasa cukup, maka Allah akan mencukupkannya.
Ali bin Abi Thalib radiyallahu 'anhu berkata: Kemuliaan seseorang terletak pada ketidaktergantungannya kepada orang lain.
Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah saat ditanya tentang kehormatan berkata: Tidak meminta kepada manusia dan merasa cukup dengan apa yang Allah berikan.
Ibnu Mas’ud radiyallahu ‘anhu suatu kali sedang sakit keras.
Utsman bin Affan radiyallahu ‘anhu datang menjenguk dan berkata: Apa yang kau butuhkan, wahai Ibnu Mas’ud?
Beliau menjawab: Apa lagi yang aku butuhkan selain rahmat Allah?
Apakah kamu ingin aku perintahkan agar kamu diberi tunjangan dari Baitul Mal?
Ibnu Mas’ud berkata: Aku tidak membutuhkannya. Aku tidak ingin menghadapkan wajahku kepada dunia di saat aku akan menghadap Allah Ta’ala.
Kisah ini menunjukkan bagaimana para sahabat hidup dengan kesadaran penuh akan ajal, cinta yang tulus kepada Allah, amal yang ikhlas, dan kehormatan yang tinggi melalui rasa cukup. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz