Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Binrohtal: Hati-Hati, Mengandalkan Amal Bisa Jauhkan Kita dari Rahmat Allah SWT

Rojiful Mamduh • Jumat, 12 September 2025 | 13:05 WIB
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.

JombangBanget.id - Ustad Sandi Ferdy Yulianto menjelaskan pentingnya bersandar hanya kepada Allah Ta’ala.

’’Syekh Ibnu Atha’illah As-Sakandari dawuh dalam kitab Al-Hikam:  Salah satu tanda orang yang masih menggantungkan diri pada amal perbuatannya ialah berkurangnya rasa harap (raja’) kepada rahmat Allah ketika ia mendapati kekeliruan atau kelemahan dalam amalnya,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Rabu (10/9).

Raja’ berarti pengharapan seorang hamba kepada Allah Ta’ala.

Orang mukmin yang mantap tauhidnya hanya menaruh pengharapan hanya kepada Allah Ta’ala.

Apabila seseorang menaruh harapan pada rahmat Allah, maka ia tidak akan bersandar kepada amalnya sendiri.

Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Tidak seorang pun masuk surga karena amalnya.

Sahabat bertanya, ’’Apakah engkau juga demikian wahai Rasulullah?’’ Beliau menjawab, ’’Ya, sekalipun saya, hanya saja Allah melimpahkan rahmat-Nya kepadaku.’’

Orang mukmin beramal karena Allah. Namun, ia tidak boleh menggantungkan diri pada amalnya.

Sebab pada hakikatnya Allah-lah yang menggerakkan amal ibadah itu.

Jika ia terjatuh dalam maksiat atau tidak mampu menjaga ibadah rutinnya, lalu merasa putus asa hingga berkurang harapannya pada rahmat Allah, maka amalnya pun akan melemah, bahkan bisa berhenti sama sekali.

Sesungguhnya, semua amal terjadi karena kehendak Allah. Kita hanyalah wasilah bagi berlangsungnya Qudrat-Nya.

Baca Juga: Binrohtal: Pemuda Penentu Masa Depan Bangsa, Ini Wasiat Para Ulama Besar untuk Generasi Muda

La ilaha illallah bermakna tiada sesembahan selain Allah. Sekaligus tiada tempat bergantung, berlindung, dan berharap kecuali kepada-Nya.

Tidak ada yang menghidupkan maupun mematikan, tidak ada yang memberi atau menahan sesuatu, melainkan Allah.

Syariat memang memerintahkan kita untuk beramal dan berusaha. Namun hakikat syariat menegaskan bahwa kita tidak boleh bersandar pada amal dan usaha itu.

Kita tetap harus menggantungkan diri hanya pada rahmat, karunia, dan kasih sayang Allah Ta’ala.

Allah berfirman dalam QS Yunus 58.

Katakanlah (wahai Nabi Muhammad), dengan karunia Allah dan rahmat-Nya itulah hendaknya mereka bergembira. Itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan.

Ayat ini menegaskan, kebahagiaan orang mukmin bukanlah terletak pada banyaknya amal, harta, atau hasil usaha yang dikumpulkan, melainkan pada karunia dan rahmat Allah.

Sebesar apa pun amal yang dilakukan manusia, ia tetap tidak akan bernilai tanpa limpahan kasih sayang Allah.

Karena itu, amal hanyalah sarana, sementara rahmat Allah adalah tujuan yang menjadi sandaran utama.

Kita dilarang menyekutukan Allah dengan berhala, benda, kuburan, hewan, atau manusia.

Kita juga jangan sampai menyekutukan Allah dengan kekuatan diri sendiri.

Merasa cukup dengan amal dan kemampuan pribadi tanpa pertolongan Allah sejatinya adalah bentuk kesyirikan yang halus. (jif/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#Polres Jombang #Rahmat #masjid #Binrohtal #Jombang #rahmat Allah #amal #bersandar kepada Allah SWT