JombangBanget.id – Komisi C DPRD Kabupaten Jombang menyoroti persoalan pencemaran lingkungan yang terjadi di saluran Gude Ploso.
Wakil rakyat minta ada langkah cepat dalam penanganan masalah pencemaran tersebut.
’’Persoalan ini harus segera mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah, khususnya dinas terkait dengan melakukan langkah-langkah cepat seperti investigasi sumber pencemaran, penertiban limbah industri maupun rumah tangga, serta normalisasi aliran air,’’ kata anggota Komisi C DPRD Jombang, Saifullah.
Komisi C mendorong adanya koordinasi lintas sektor agar persoalan ini tidak berlarut-larut.
’’Kami mendorong adanya koordinasi antara BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai), Dinas Lingkungan Hidup, dan perangkat desa setempat. Kami juga minta keterbukaan informasi kepada masyarakat terkait penyebab dan penanganan yang dilakukan, agar kepercayaan publik tetap terjaga,’’ imbuhnya.
Persoalan lingkungan hidup merupakan tanggung jawab bersama, sehingga semua pihak harus terlibat aktif dalam penanganannya.
Komisi C berencana memanggil dinas terkait untuk membahas penyelesaian pencemaran limbah di saluran Gude Ploso.
’’Masalah ini sudah menjadi keluhan masyarakat setiap tahun, khususnya saat musim kemarau. Terutama ketika saluran berubah warna putih dan menimbulkan bau tidak sedap akibat pencemaran limbah,’’ jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang, Miftahul Ulum, saat dikonfirmasi belum bisa memberikan keterangan.
’’Maaf, saya masih mengikuti job fit di Swagata,’’ ujarnya singkat.
Sebelumnya, aliran sekunder Gude Ploso sepanjang Jombang-Tembelang kondisinya memprihatinkan.
Baca Juga: Pemkab Jombang Lapor ke DLH Jatim, Soal Saluran Gude-Ploso Diduga Tercemar Limbah
Pasokan air yang minim, membuat sungai di pinggir jalur nasional dan provinsi ini berwarna keruh hingga memutih bahkan berbau tak sedap.
Seperti terlihat Sabtu (6/9) siang, sungai ini terlihat memutih.
Alirannya juga kecil dan bahkan di beberapa titiknya masih ditemukan sampah yang menyangkut.
’’Sudah semingguan seperti ini, semenjak tidak ada hujan,’’ kata Setyo, 35, warga di lokasi.
Kepala Bidang Sumberdaya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jombang, Sultoni, membenarkan debit air di Saluran Gude-Ploso itu sudah sangat minim.
’’Ini dampak dari musim kemarau dan adanya perbaikan di Bendung Selorejo yang menyebabkan pasokan air jauh berkurang,’’ terangnya. (yan/jif)
Editor : Ainul Hafidz