Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Renungan Minggu: Tuhan Tak Pernah Diam, Ini yang Sering Kita Lupa

Rojiful Mamduh • Minggu, 7 September 2025 | 22:55 WIB
Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh,
Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh,

JombangBanget.id - Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh, menyampaikan renungan menarik tentang pentingnya meyakini selalu diperhatikan Tuhan.

’’Allah mendengar mereka mengerang, lalu Ia mengingat kepada perjanjian-Nya dengan Abraham, Ishak dan Yakub,’’ tuturnya mengutip Keluaran 2:24.

Ada beberapa pertanyaan yang seringkali muncul di hati seseorang ketika hidupnya sedang dirundung berbagai masalah.

Apakah Tuhan ada? Andaikata Dia ada, mengapa Dia diam saja tatkala banyak bencana terjadi? Mengapa hidup manusia harus penuh dengan berbagai kemalangan?

Mengapa kesulitan tidak pernah hengkang dari hidup ini? Mungkin hal itu juga sering kita alami. Lalu bagaimana menjelaskan hal ini?

Dalam kitab Keluaran, kita mendapati kisah tentang Tuhan yang ternyata mau berurusan dengan persoalan manusia.

Di sini setidaknya ada empat kata kerja aktif yang ditujukan kepada Tuhan: Mendengar, mengingat, melihat, memperhatikan (ayat 24, 25).

Tuhan menyatakan pada umat-Nya sebagai Allah yang personal, yang melibatkan diri secara pribadi.

Dia empatik (turut merasakan) dan partisipatif (turut ambil bagian).

Kita patut menaikkan syukur karena kita punya Allah yang memperhatikan di setiap keadaan.

Kita bersyukur boleh mengalami kehangatan pribadi Tuhan kita yang nyatanya begitu peka.

Baca Juga: Renungan Minggu: Merdeka itu Hakiki, Bukan Sekadar Kata

Segala urusan manusia di bumi ini, ternyata juga menjadi minat dan perhatian dari Tuhan yang bersemayam di surga.

Apakah kita sedang tidak merasakan kehadiran Tuhan? Jangan-jangan itu terjadi karena kita kurang peka akan kehadiran-Nya yang nyata di depan mata.

Apabila demikian yang kita alami, cobalah lakukan hal berikut di tengah kepedihan: Arahkan segala sedu sedan kita hanya kepada Dia, dengan memanjatkan doa yang mengantar kita ke pelukan-Nya, dengan membaca firman Tuhan hingga kita tahu apa yang Dia maksudkan dalam setiap peristiwa, dengan menyanyikan puji-pujian.

Semuanya akan menghangatkan hati kita sehingga dapat merasakan kehadiran-Nya.

’’Tuhan yang bertahta di surga mulia, sesungguhnya adalah Tuhan yang juga menyertai kita di bumi.

Tuhan Yesus memberkati,’’ tegasnya. (jif/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#Tuhan #tak pernah #Renungan Minggu #GPdI House of Prayer Sawahan #allah #lupa #Jombang #diam #pendeta #Petrus Harianto