JombangBanget.id – Aliran sekunder Gude Ploso sepanjang Jombang-Tembelang kondisinya mengenaskan.
Pasokan air yang minim, membuat sungai di pinggir jalur nasional dan provinsi ini berwarna keruh hingga memutih bahkan berbau tak sedap.
Seperti terlihat Sabtu (6/9) siang, sungai ini terlihat memutih.
Alirannya juga kecil dan bahkan di beberapa titiknya masih ditemukan sampah yang menyangkut.
’’Sudah semingguan seperti ini, semenjak tidak ada hujan,’’ kata Setyo, 35, warga di lokasi.
Sejak air tak mengalir, sungai jadi saluran limbah. Baik limbah industri maupun limbah rumah tangga di sepanjang alirannya.
’’Warnanya jadi putih begitu, dan baunya juga busuk sekali,’’ ujarnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Sumberdaya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jombang, Sultoni, membenarkan debit air di Saluran Gude-Ploso itu sudah sangat minim.
’’Ini dampak dari musim kemarau dan adanya perbaikan di Bendung Selorejo yang menyebabkan pasokan air jauh berkurang,’’ terangnya.
Dampaknya ke Malang, Kediri dan Jombang.
’’Selama bulan sembilan dan 10 airnya sedikit sekali dari DI Siman, inipun air yang mengalir adalah supleksi dari DI Mrican,’’ urainya.
Kondisi sungai akan terus seperti itu hingga bulan depan.
’’Selama tidak ada hujan, atau perbaikan di Bendung Selorejo selesai, kondisinya akan seperti itu,’’ bebernya. (riz/jif)
Editor : Ainul Hafidz