JombangBanget.id – Program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang diinisiasi pemerintah pusat belum berjalan optimal di Kabupaten Jombang.
Setidaknya terlihat dari masih banyaknya kopdes yang belum berani memulai unit usaha.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkop UM) Jombang, Gatut Wijaya mengatakan, hingga kini masih banyak kopdes belum berani memulai unit usaha.
Salah satu contohnya, minimnya partisipasi kopdes dalam penyerapan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Bulog.
”Setelah pertemuan dengan Bulog beberapa waktu lalu, ternyata banyak kopdes yang belum tertarik. Alasannya, beras SPHP juga masih dijual lewat operasi pasar dengan harga bersaing. Jadi mereka belum berani membuka usaha distribusi,” ujarnya.
Ia menambahkan, bagi kopdes yang mencoba mengambil beras SPHP, jumlahnya pun sangat terbatas.
”Paling hanya beberapa kuintal, tidak sampai ton,” lanjut Gatut.
Kendala lain yang membuat kopdes belum berani membuka unit usaha karena faktor sumber daya manusia (SDM).
Sebagian besar pengurus dan pengawas masih dalam tahap pelatihan dan pembekalan yang digelar kementerian.
”Hampir setiap hari mereka ikut zoom, pelatihan bagi calon pengelola unit usaha. Jadi fokusnya masih ke peningkatan kapasitas SDM,” jelasnya.
Dinkop sendiri tidak tinggal diam. Pengawasan dan pendampingan terus dilakukan.
Baca Juga: Kopdes Merah Putih di Jombang Dapat Fasilitas Pinjaman dari Bank, Segini Plafon Pinjamannya
”Kami rutin memantau langsung ke lapangan, sekaligus memberikan arahan bagaimana mengelola unit usaha agar tidak sekadar berdiri tapi benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya.
Meski secara umum belum maksimal, sudah ada beberapa kopdes yang dijadikan pilot project.
Misalnya kopdes di Desa Banjarsari, Kecamatan Bandarkedungmulyo yang menggandeng BUMDes sebagai mitra, serta kopdes di Desa Sukorejo, Kecamatan Perak yang mulai membuka gerai sembako.
”Ini menjadi contoh bahwa sebenarnya peluang itu ada, tinggal kesiapan SDM yang harus dikuatkan. Rata-rata kopdes sekarang masih tahap persiapan. Kami harap dalam waktu dekat makin banyak yang bisa jalan,” tegas Gatut.
Ia menambahkan, keberadaan Kopdes Merah Putih sangat penting untuk mendorong perekonomian desa.
Selain bisa menjadi jalur distribusi kebutuhan pokok, unit usaha kopdes juga berpotensi membuka lapangan kerja baru.
”Kopdes ini jangan sampai hanya jadi papan nama. Harus benar-benar hidup, punya usaha, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat desa. Itu tujuan utama kami,” pungkas Gatut. (yan/naz)
Editor : Ainul Hafidz