Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Imbas HET Beras Medium Naik, Harga Gabah di Jombang Ikut Melonjak Jadi Segini

Ainul Hafidz • Sabtu, 6 September 2025 | 18:44 WIB

 

DIANGKUT: Ojek gabah mengangkut gabah hasil panen padi di Desa Kedungmlati, Kecamatan Kesamben, Jombang.
DIANGKUT: Ojek gabah mengangkut gabah hasil panen padi di Desa Kedungmlati, Kecamatan Kesamben, Jombang.

JombangBanget.id -  Harga gabah di Jombang kembali merangkak naik setelah sempat anjlok pada pertengahan Agustus lalu.

Di tingkat petani, harga kini mencapai Rp 7.400 hingga Rp 7.500 per kilogram.

Sementara di penggilingan atau tengkulak, harga Gabah Kering Sawah (GKS) sudah menembus Rp 7.700 per kilogram.

Rokhim, petani asal Dusun Kedungmacan, Desa Kedungbetik, Kecamatan Kesamben, menyebut panen di wilayahnya sedang berlangsung.

”Panen sudah mulai, tapi belum selesai. Biasanya Kesamben memang panen paling akhir di Jombang. Puncaknya bulan September ini,” kata Rokhim, Kamis (4/9).

Kualitas gabah hasil panen saat ini cukup baik. Harga jual gabah juga sudah cukup menguntungkan.

”Dari sawah sekarang Rp 7.400 sampai Rp 7.500 per kilogram, tapi itu belum termasuk sewa mesin dan biaya angkut,” imbuh dia.

Biaya panen dengan mesin combine harvester diakuinya masih menjadi beban.

”Sewanya Rp 250 ribu per 100 banon (luas sekitar 1.400 meter persegi). Sekarang musim kemarau agak murah, kalau musim hujan lebih mahal karena sawah becek,” tutur Rokhim.

Dia mengaku bersyukur harga gabah kembali naik setelah sempat turun drastis.

”Sebelum dan sesudah 17 Agustus itu sempat anjlok ke Rp 6.200 per kilogram. Tapi 5-7 hari kemudian mulai naik lagi,” ujar dia.

Meski harga sudah membaik, para petani tetap berharap bisa naik lebih tinggi.

”Karena harga beras eceran di toko-toko di sini sekarang sudah Rp 13.000 per kilogram untuk kualitas medium. Harapannya harga gabah juga bisa menyesuaikan,” kata Rokhim.

Terpisah, Ketua Perpadi (Perkumpulan penggilingan padi dan pengusaha beras Indonesia) Jombang M. Soleh membenarkan, harga gabah kembali naik dalam beberapa hari terakhir.

”Hari ini (kemarin) harga GKS dari tengkulak sudah Rp 7.500 sampai Rp 7.700 per kilogram. Di tingkat petani sekitar Rp 7.400 sampai Rp 7.500,” ujar Soleh.

Salah satu faktor pendorong kenaikan harga menurut Soleh adanya penyesuaian Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk beras medium yang ditetapkan pemerintah.

”Awalnya HET beras medium Rp 12.500 per kilogram, sekarang naik menjadi Rp 13.500 per kilogram untuk Zona A, termasuk Jombang dan wilayah Jawa Timur,” tutur dia.

Dengan kenaikan HET, harga gabah ikut terdongkrak. Sebelumnya, harga sempat turun di kisaran Rp 6.500 per kilogram selama sekitar satu minggu.

”Semoga pemerintah terus menjaga keseimbangan harga dan distribusi agar tidak merugikan petani maupun konsumen,” kata Soleh.

Adanya penyesuaian HET beras medium dinilai bisa menguntungkan pengusaha penggilingan padi menengah ke bawah.

”Karena harga premium tidak dinaikkan pemerintah. Bisa saja ada yang bermain di premium juga jerah, karena ada penegasan di situ. Asalkan, pemerintah juga ikut menyerap, jangan sampai banyak swasta yang menyerap,” ujar Soleh. (fid/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#harga beras #HET beras medium #Kesamben #Jombang #harga gabah #harga #perpadi #gabah #Petani #beras