JombangBanget.id – Sejumlah pohon peneduh jalan tumbang bersamaan angin kencang yang menerjang wilayah Jombang pada Selasa (2/9).
Salah mobil pikap rusak lantaran tertimpa pohon angsana di Jalan Bupati RAA Soeroadiningrat, Jombang.
Beruntung tidak ada korban jiwa ataupun luka.
BPBD mengimbau warga waspada cuaca ekstrem.
Danang, pemilik mobil pikap, menceritakan detik-detik kejadian yang membuat kendaraannya rusak parah.
Ia mengatakan sedang mengambil aluminium di sekitar lokasi dan memutuskan memarkir mobilnya di bawah pohon besar untuk sementara waktu.
”Anginnya saat itu memang kencang sekali. Tiba-tiba pohonnya roboh menimpa mobil saya. Padahal saya masih berada di dalam mobil,” ujar warga asal Desa/Kecamatan Jombang.
Beruntung, meski berada di dalam kendaraan saat pohon roboh, Danang tidak mengalami luka-luka.
Namun, mobil pikapnya mengalami kerusakan cukup parah, terutama pada bagian depan.
Kaca mobil pecah dan bodi kendaraan ringsek akibat tertimpa batang pohon.
”Alhamdulillah saya selamat, hanya mobil saya yang rusak,” tambahnya.
Baca Juga: Diterjang Angin Kencang, Empat Rumah di Perak Jombang Rusak
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Jombang, Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas, membenarkan adanya sejumlah titik pohon tumbang di wilayah Jombang.
Dari laporan tim di lapangan, kejadian serupa juga terjadi di Jalan Setiabudi, Jalan KH Wahid Hasyim, Jalan Bupati RAA Soeroadiningrat, serta beberapa titik di luar kawasan perkotaan.
”Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun ada satu mobil pikap yang tertimpa pohon di Jalan Bupati RAA Soeroadiningrat,” jelas Wiku.
BPBD Jombang bersama Satpol PP dan TNI langsung bergerak cepat melakukan penanganan dengan membersihkan material pohon tumbang agar tidak mengganggu lalu lintas.
Wiku juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar lebih berhati-hati menghadapi cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan berlangsung beberapa hari ke depan.
”Kami mengimbau masyarakat untuk tidak memarkir kendaraan di bawah pohon, terutama saat angin kencang seperti ini. Berdasarkan prakiraan, potensi angin kencang masih bisa terjadi dua sampai tiga hari ke depan,” pungkas Wiku. (yan/naz)
Editor : Ainul Hafidz