JombangBanget.id - Kemarau basah yang melanda Jombang tahun ini berdampak ke produktivitas tembakau.
Selain menyebabkan beberapa kali gagal tanam, kualitas tembakau yang berhasil dipanen juga menurun.
Ketua APTI Jombang Lasiman mengatakan, sejumlah petani tembakau di wilayah utara Brantas mulai panen.
”Yang sudah panen yang tanam awal, seperti Ngusikan, Kudu, dan sebagian Kabuh, lainnya belum,” lontarnya.
Sejumlah pengepul mulai berdatangan mengambil hasil panen petani.
”Harga bervariasi, mulai Rp 17 ribu per kilogram sampai Rp 54 ribu per kilogram untuk non gula, tergantung dari kualitasnya,” lontarnya.
Menurut Lasiman, dengan kondisi cuaca kemarau basah seperti saat ini sangat berdampak pada kualitas tembakau.
”Yang jadi sorotan soal rendemen, karena panennya kebanyakan daun masih basah, sehingga rendemennya juga rendah,” lontarnya.
Secara rata-rata, Lasiman menyebut rendemen untuk tanaman tembakau petani di Jombang kini di angka sekitar 10 persen.
Dengan angka itu, artinya jika petani memanen 1 kuintal tembakau basah, hanya menghasilkan 10 kilogram tembakau kering.
”Padahal kalau pas panas terik begitu, rendemennya bisa sampai 14-15 persen,” lontarnya.(riz/naz)
Editor : Ainul Hafidz