JombangBanget.id - Ustad Muhammad Nur Iskandar dari PP Al Muhsinin, Tugu, Kepatihan, Jombang menjelaskan keutamaan mencintai Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam.
’’Katakanlah kepada mereka hai Muhammad! Jika kamu benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku niscaya Allah mencintaimu,’’ tuturnya mengutip QS Ali Imron 31, saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Polres Jombang, Selasa (1/9).
Ayat itu menunjukkan, cinta Nabi merupakan perwujudan cinta Allah Ta’ala.
Allah juga berfirman di QS Al-Ahzab 6. Nabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri.
Rasulullah bersabda: Tidak sempurna iman seseorang di antara kalian sampai aku lebih dia cintai daripada orang tuanya, anaknya, dan seluruh manusia.
Seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah: ’’Wahai Rasulullah, kapan kiamat itu?’’
Nabi balik bertanya: ’’Apa yang telah kamu persiapkan untuknya?’’
Ia menjawab: ’’Aku tidak menyiapkan banyak salat, puasa, dan sedekah. Tapi aku mencintaiMu.’’
Maka Rasulullah bersabda: Engkau akan bersama dengan siapa yang engkau cintai.
Bergembira atas maulid Nabi merupakan bentuk cinta Nabi.
Imam Jalaluddin As-Suyuthi berkata: Barang siapa yang bergembira dengan kelahiran Nabi, ia akan mendapat perlindungan di hari kiamat.
Baca Juga: Binrohtal: Akhlak Jadi Tameng untuk Anak di Era Digital
Imam Ibnu Hajar al-Asqalani berkata: Amalan memperingati maulid memiliki dasar dalam syariat karena di dalamnya terdapat pengagungan terhadap Nabi dan ungkapan rasa syukur atas kelahirannya.
Diriwayatkan bahwa Abu Lahab, yang telah diancam neraka dalam Alquran Surat Allahab, diringankan siksaannya setiap hari Senin karena ia memerdekakan budaknya, Suwaibah, ketika mendengar kabar kelahiran Nabi.
Jika orang kafir yang memusuhi Nabi mendapat keringanan karena bergembira atas kelahiran beliau, bagaimana dengan seorang mukmin?
’’Membaca salawat juga bentuk cinta Nabi,’’ terangnya.
Allah berfirman dalam QS Al-Ahzab 56. Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersalawat kepada Nabi.
Wahai orang-orang yang beriman, bersalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkan salam penghormatan kepadanya.
Ini satu-satunya perintah dalam syariat yang Allah sendiri melakukannya terlebih dahulu sebelum memerintahkan hamba-Nya.
Tidak ada ibadah lain yang Allah sendiri melakukannya, kecuali salawat.
Nabi bersabda: Barang siapa yang bersalawat kepadaku satu kali, maka Allah akan bersalawat kepadanya sepuluh kali.
Orang yang paling utama di sisiku pada hari kiamat adalah yang paling banyak bersalawat kepadaku. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz