Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Binrohtal: Bukan Hanya Ibadah, Ini Tiga Sisi Kehidupan Nabi yang Wajib Dicontoh

Rojiful Mamduh • Selasa, 2 September 2025 | 12:39 WIB
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.

JombangBanget.id - Anggota Komisi Dakwah MUI Jombang, KH Khairil Anam, menjelaskan pentingnya meneladani Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam.

’’Nabi Muhammad SAW itu contoh dalam semua aspek kehidupan. Urusan rumah tangga, contohlah Nabi membangun rumah tangganya. Urusan bermasyarakat, contohlah Nabi hidup di tengah-tengah masyarakat yang penuh keberagaman. Remaja dan pemuda contohlah Nabi di masa mudanya,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Satlantas Polres Jombang, Senin (1/9).

Allah Ta’ala berfirman di QS Al-Ahzab 21. Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu.

Pertama, keteladanan Nabi Muhammad SAW dalam urusan rumah tangga.

Aisyah radiyallahu ‘anha berkata: Rasulullah biasa membantu pekerjaan istrinya. Jika waktu salat tiba, beliau keluar untuk salat.

Nabi tidak pernah bersikap kasar kepada istri-istrinya, bahkan saat terjadi perbedaan pendapat.

Salah satu contoh indah ketika Sayyidah Aisyah marah, Nabi hanya tersenyum dan bersabar, tidak membalas dengan kemarahan.

Nabi sangat romantis. Memanggil istrinya dengan panggilan terbaik.

Bahkan minum dari gelas istrinya dan di sisi gelas yang masuk mulut istrinya.

Suatu ketika Aisyah pernah salah memberi Nabi minum yang diberi garam.

Setelah meminumnya, Nabi tidak marah. Nabi tidak pernah mencela makanan.

Baca Juga: Binrohtal: Bukan Ilmu Tinggi, Ini Tiga Keramat Mukmin yang Sering Diremehkan

Jika berkenan dia makan. Jika tidak, maka dia tidak makan.

Kedua, keteladanan Nabi Muhammad SAW dalam bermasyarakat.

Allah Ta’ala berfirman di QS Al-Anbiya 107. Dan Kami tidak mengutusmu (Muhammad) melainkan untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam.

Nabi bersabda: Barang siapa yang menyakiti seorang dzimmi (non-muslim yang hidup damai di negara Islam), maka aku akan menjadi musuhnya pada hari kiamat.

Suatu hari, jenazah seorang Yahudi melewati Rasulullah. Beliau berdiri menghormati.

Para sahabat berkata, ’’Itu jenazah orang Yahudi, wahai Rasulullah.’’ Nabi menjawab: ’’Bukankah dia juga seorang manusia?’’

Ini menunjukkan bahwa Rasulullah menghargai setiap manusia tanpa melihat agamanya.

Ketiga, keteladanan Nabi Muhammad SAW untuk remaja dan pemuda.

Dalam usia belia, Nabi sudah bekerja, memikul tanggung jawab, menjaga diri dari maksiat, dan menjaga nama baik.

Nabi mengembala kambing usia 8 tahun. Lalu berdagang mulai usia 12 tahun.

Ketika berusia 25 tahun, Nabi dipercaya oleh Khadijah radiyallahu ‘anha untuk membawa barang dagangan ke Syam.

Karena kejujurannya, ia mendapatkan keuntungan berlipat dan bahkan akhirnya dilamar oleh Khadijah.

Ini mengajarkan, pemuda yang jujur, bertanggung jawab, dan berakhlak – seperti Nabi – akan dicintai manusia dan dirahmati Allah Ta’ala. (jif/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#Polres Jombang #remaja #tiga #teladan nabi #ibadah #masjid #Masa Muda #Nabi Muhamma SAW #Kehidupan #Binrohtal #Jombang #rumah tangga #pemuda #bermasyarakat #keluarga