JombangBanget.id – Pelebaran dan pengecoran jalan di ruas Jatigedong-Jatibanjar, Kecamatan Ploso, Jombang melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD) 2024 lalu masih menyisakan persoalan.
Pasalnya, jembatan di Desa Jatigedong, Kecamatan Ploso tak ikut dilebarkan.
Akibatnya, lebar jalan yang sudah ditingkatkan kini justru menyempit saat melintasi jembatan.
’’Jembatan itu tak masuk dalam skema pengerjaan, sehingga menyisakan bottleneck,’’ kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jombang Bayu Pancoroadi, melalui Kepala Bidang Bina Marga, Agung Setiaji.
Pemkab sudah mengupayakan pembiayaan lanjutan agar jembatan tersebut bisa segera ditangani. Namun, keterbatasan anggaran daerah menjadi kendala utama.
’’Di P-APBD (Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) tahun ini sudah tidak memungkinkan karena ada refocusing anggaran,’’ kata Agung.
Pemkab berharap, pelebaran jembatan itu ke depan bisa ditangani pusat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
’’Sudah kami usulkan lagi, tapi sejauh ini belum ada sinyal dari pusat akan ada kegiatan lagi di sana,’’ imbuhnya.
Pihaknya berharap ada dukungan dana dari pemerintah pusat untuk menyelesaikan pekerjaan jembatan tersebut.
Mengingat lokasinya berada di jalur penting yang menghubungkan Kecamatan Ploso dengan Kecamatan Kabuh.
’’Kami harus memilih yang paling prioritas. APBD 2026 kami masih memprioritaskan ruas-ruas lain yang kondisinya rusak parah,’’ terangnya.
Alhasil, masyarakat kini harus bersabar. Pemkab tetap berkomitmen melanjutkan pelebaran jembatan sebagai bagian dari peningkatan infrastruktur.
Meskipun harus dilakukan bertahap sesuai kemampuan anggaran.
’’Prinsipnya, tetap kami usahakan pembiayaan jembatan itu bisa didukung dari pusat,’’ kata Agung.
Pantauan di lokasi, kondisi jalan sudah lebar dan menyempit di jembatan.
Lebar jembatan sekira tiga meter atau hanya bisa dilewati sepeda motor.
Ketika berpapasan, pengendara juga harus bergantian melintas.
Begitu juga kendaraan roda empat, harus bergantian melintas ketika berpapasan melewati jembatan.
Jalan itu masuk program IJD yang didanai pusat 2024.
Lelang proyek preservasi Jalan Jatigedong-Jatibanjar, Pacet–Trawas, dan Pacing–Pacet dimenangkan PT Liman Jaya Trans Mix asal Pasuruan, Jawa Timur dengan HPS Rp 45.002.123.192. Seperti yang tertulis di laman LPSE Kementerian PU.
Dalam proyek itu, jalan kabupaten yang semula aspal dan rusak berat kini diganti dengan material rigid alias cor beton.
Lebar jalan sebelumnya enam meter ada tambahan bahu jalan satu meter, hingga lebar jalan sekarang delapan meter. (fid/jif)
Editor : Achmad RW