JombangBanget.id - Pengasuh PP Umar Zahid, Semelo, Bandarkedungmulyo, Jombang, Gus Asrori Maksum, menjelaskan keramat seorang mukmin.
’’Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Keramatnya seorang mukmin karena tiga hal,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duha di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Rabu (27/8).
Keramat pertama, istri yang mendukung.
Dukungan istri, baik secara emosional maupun spiritual, sering menjadi sebab turunnya keberkahan dalam rumah tangga.
Rasulullah bersabda: Apabila seorang suami pulang membawa oleh-oleh kepada keluarganya, maka itu adalah sedekah yang membuka pintu rezeki.
Alkisah, Abdurrahman Baljaban seorang wali yang awalnya hanya orang biasa.
Ia sering dimarahi oleh istrinya, bahkan di depan umum.
Namun, ia tidak pernah membalas, justru ia bersabar dan berserah diri kepada Allah Ta’ala.
Karena kesabarannya dalam menghadapi ujian rumah tangga, Allah angkat derajatnya menjadi seorang wali.
Sehingga banyak orang bertawasul dengan namanya.
Imam Hasan al-Bashri berkata: Di antara keberuntungan terbesar seorang lelaki adalah memiliki istri yang salihah, yang jika ia melihatnya maka hatinya tenang, jika ia perintahkan ia taat, dan jika ia tidak ada, ia menjaga kehormatan dan hartanya.
Baca Juga: Binrohtal: Bergembira Sambut Maulid, Ini Bentuk Cinta Nabi
’’Orang miskin, orang miskin, orang miskin, kata Nabi, yakni orang yang tak punya istri,’’ tegasnya.
Keramat kedua, salat berjamaah.
Nabi bersabda; Orang yang salat berjamaah akan diberi lima keutamaan.
Pertama, diluaskan rezeki dan dijauhkan dari kefakiran.
Rasulullah bersabda: Barang siapa memelihara salat berjamaah, maka Allah akan mencukupkan rezekinya dan melindunginya dari kesulitan.
Kedua, diselamatkan dari siksa kubur.
’’Di kuburan, salat akan menjelma menjadi pelindung yang menjawab pertanyaan malaikat Munkar Nakir,’’ terangnya.
Ketiga, menerima catatan amal dengan tangan kanan.
Keempat mlewati sirat seperti kilat. Kelima, masuk surga tanpa hisab.
Keramat ketiga, dicintai tetangga.
Nabi bersabda; Sesungguhnya Allah jika mencintai seorang hamba, Dia menjadikan makhluk-makhluk-Nya pun mencintainya.
Seorang mukmin yang baik mampu hidup harmonis dengan tetangganya.
Cinta dan kesaksian tetangga adalah indikator keberhasilan sosial sekaligus cerminan amal saleh seseorang.
Rasulullah bersabda: Tidak akan masuk surga orang yang tetangganya tidak merasa aman dari gangguannya.
Apabila seseorang meninggal dunia, lalu tetangganya bersaksi bahwa ia adalah orang baik, maka Allah tetapkan surga untuknya.
Jika mereka bersaksi ia buruk, maka nerakalah tempatnya.
Dalam QS An-Nisa 36 ditegaskan; Berbuat baiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak yatim, orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh.
Nabi juga bersabda; Siapa iman dengan Allah dan hari akhir maka muliakanlah tetangga. Yakni sering sedekah kepada tetangga.
Sampai-sampai Nabi memerintahkan; Jika masak yang aromanya sampai kepada tetangga maka berilah tetangga incip. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz