Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Harga Gabah di Jombang Mulai Turun Saat Panen Raya, Disperta: Masih di Atas HPP

Azmy endiyana Zuhri • Rabu, 27 Agustus 2025 | 14:02 WIB

Ilustrasi petani sedang memanen padi di sawah
Ilustrasi petani sedang memanen padi di sawah

JombangBanget.id – Memasuki puncak panen raya, harga gabah di Kabupaten Jombang mulai menunjukkan tren penurunan dibandingkan awal musim panen beberapa minggu lalu.

Kondisi ini umum terjadi setiap panen raya karena pasokan gabah yang melimpah di pasaran.

Meski demikian, kabar baiknya, harga jual masih berada di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

Artinya, petani tetap memperoleh keuntungan meski harga tidak setinggi sebelumnya.

Baca Juga: Tembakau Boncos, Petani Padi di Jombang Menang Banyak Tahun Ini

Budiono, salah satu petani asal Desa Pulorejo, Kecamatan Ngoro, mengungkapkan bahwa harga gabah kering panen (GKP) saat ini berada di kisaran Rp6.500 hingga Rp6.800 per kilogram.

Padahal, saat panen perdana pada awal bulan lalu, harga sempat menembus angka Rp7.100 sampai Rp7.500 per kilogram.

”Sekarang memang turun banyak, tapi petani masih bisa untung karena harga tetap di atas HPP yang dipatok pemerintah sebesar Rp6.500 per kilogram. Tidak ada yang di bawah HPP, paling murah ya Rp6.500 per kg,” ungkap Budiono kepada wartawan.

Menurutnya, turunnya harga gabah bukanlah sesuatu yang mengejutkan. Setiap kali panen raya tiba, pasokan gabah dari berbagai kecamatan masuk ke pasar secara bersamaan sehingga membuat harga berangsur turun. Apalagi, hasil panen tahun ini cukup menggembirakan.

Baca Juga: Sudah Dilelang Enam Kali, Gula Petani Masih Numpuk di Gudang PG Tjoekir Jombang

”Sawah-sawah yang sebelumnya sering gagal panen akibat hama sekarang jauh lebih baik. Serangan hama sudah berkurang, jadi hasil gabah lebih melimpah. Produksi meningkat, harga memang turun, tapi secara keseluruhan petani tetap senang karena hasil panennya bagus,” tambahnya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, M. Rony, juga membenarkan adanya penurunan harga gabah tersebut.

Ia menyebut, puncak panen raya diperkirakan berlangsung hingga akhir Agustus. Sementara pada awal September masih akan ada panen, namun volumenya lebih kecil.

”Sekarang harga gabah memang di kisaran Rp6.500 sampai Rp6.800 per kilogram, tapi tetap lebih tinggi daripada HPP. Jadi masih cukup menguntungkan bagi petani. Panen raya terakhir nanti ada di wilayah Gudo, Diwek, Mojowarno, Ngoro, dan Sumobito,” jelasnya.

Rony menambahkan, kondisi cuaca yang relatif mendukung juga menjadi salah satu faktor keberhasilan panen tahun ini.

Meski curah hujan sempat tinggi pada awal musim tanam, secara umum pertumbuhan padi berjalan baik.

“Petani tidak hanya mendapat hasil panen yang meningkat, tetapi juga kualitas gabah yang lebih bagus,” ucapnya.

Dengan situasi ini, petani berharap harga tidak terus menurun hingga di bawah HPP. Sebab, jika pasokan gabah masih melimpah dan serapan dari Bulog tidak maksimal, dikhawatirkan harga semakin merosot.

Baca Juga: Harga Tembakau Anjlok, Bikin Petani Utara Brantas Jombang Gigit Jari

”Kalau pemerintah bisa mempercepat penyerapan gabah melalui Bulog, saya yakin harga bisa tetap stabil,” harap Budiono.

Saat ini, pemerintah melalui Bulog memang tengah menggencarkan program penyerapan gabah untuk memperkuat cadangan beras pemerintah (CBP).

Dengan begitu, harga di tingkat petani diharapkan tidak jatuh lebih rendah. (yan/naz/riz)

Editor : Ainul Hafidz
#padi #panen #hpp #Jombang #harga #turun