JombangBanget.id - Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh, menyampaikan renungan menarik tentang pentingnya menyadari bahwa Tuhan ada di setiap keadaan yang kita hadapi.
"Adapun bangsa itu berdiri jauh-jauh, tetapi Musa pergi mendekati embun yang kelam di mana Allah ada," tuturnya mengutip Keluaran 20:21.
Saya teringat pada masa kecil saya, di tengah-tengah sedang asyik bermain tiba-tiba dikejutkan oleh suara halilintar yang menggelegar.
Saya akan berlari dan menjerit ketakutan ketika mendengar suara halilintar menggelegar di udara, di tengah hujan deras dan angin yang berembus kencang.
Suara halilintar yang mengerikan itu, selalu membuat saya ketakutan.
Gelegar guntur yang dahsyat pernah dialami oleh umat Israel dan hal itu membuat bangsa itu ketakutan seperti yang tertulis ayat di atas.
Dalam kitab Keluaran pasal 20:18 menyatakan kehadiran Allah dengan sedemikian megah: "guruh mengguntur, kilat sambung menyambung, sangkakala berbunyi, gunung berasap".
Bagaimana mungkin mereka tidak terkejut dan bergetar dengan tanda-tanda seperti itu?
Mereka takut, gemetar dan berdiri jauh-jauh, tidak ada yang berani mendekat ketika mendengar Allah yang dahsyat itu berbicara (ayat 19).
Kedahsyatan alam yang mewakili kehadiran Allah memang menggetarkan.
Namun ada hal yang menarik dari apa yang ditulis di ayat 21 : "Tetapi Musa pergi mendekati embun yang kelam di mana Allah ada."
Baca Juga: Renungan Minggu: Saat Hati Butuh Pemurnian, Tuhan Selalu Siap Menyambut
Allah yang dahsyat ternyata juga bisa berada di tengah kekelaman embun, yang dalam bahasa Ibrani disebut "araphel", yang bisa berarti awan pekat.
Ada sebuah pesan penting dari peristiwa ini. Di sini kita mendapat sebuah kondisi yang berkebalikan dari gambaran kedahsyatan ketika Musa datang mendekat.
Tiba-tiba muncul suasana berbeda, tenang, dingin dan teduh.
Inilah pesan dari ayat ini, Allah sedang menyampaikan bahwa selain dahsyat, Dia juga bisa hadir dalam suasana teduh.
Kedahsyatan dan keteduhan Allah tak perlu ditakuti dan dikontraskan. Allah bisa hadir dalam kedua suasana itu.
Firman Tuhan mengajar kita bahwa Dia dapat dijumpai dalam hal-hal yang besar dan hebat, tapi juga dalam keteduhan yang menenteramkan.
Dia bisa hadir dalam berbagai persoalan hidup. Dalam segala keadaan kita.
Bagaimana dengan kita, sudahkah kita bertemu Allah dalam kehidupan kita?
Allah kita yang setia, selalu dekat dan menyertai kita di setiap keadaan kita.
Dalam keadaan susah ataupun senang, disaat suka ataupun duka, Tuhan selalu ada buat umatNya.
Kualitas iman kita kepada Tuhan akan terbangun kalau kita lebih percaya kepada Tuhan daripada situasi dan kondisi yang sedang dialami.
"Tuhan Yesus memberkati," tegasnya. (jif)
Editor : Ainul Hafidz