Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Tafsir Aktual: Kedonyan (2)

Ainul Hafidz • Jumat, 22 Agustus 2025 | 13:46 WIB

Rubrik opini KH Mustain Syafii.
Rubrik opini KH Mustain Syafii.

ALHAKUM al-takatsur. Alha, artinya melenakan, membuat kalian terjerumus dan terbenam dalam-dalam.

Melihat duit, gelap mata, sehingga tidak pandang haram atau halal, tak pandang pantas atau tidak dan tak pandang seberat apapun jalan yang harus ditempuh, maju terus.

Dan benar, tidak ada orang yang puas dan merasa sudah cukup dengan harta yang telah dimiliki.

Maunya nambah dan nambah. Setidaknya tidak menolak bila ditambah.

Keadaan seperti itu terus tumbuh tanpa bisa berhenti, ’’hatta zurtum al-maqabir’’. Sampai nyungsep di liang kubur, mati.

Pada surah ini, kata yang dipakai adalah ’’al-maqabir’’, jamak dari kata ’’qabr’’.

Padahal di dalam Alquran, untuk membahasakan kuburan itu ada tiga istilah. Yakni Qabr (Maqabir), Marqad dan Ajdats.

Qabr itu ruangan serem, menakutkan. Marqad itu kamar tidur yang nyaman sekali dan Ajdats itu kayak terowongan sempit seperti lubang serangga yang los.

Karena paparan ayat kaji ini soal wong kedonyan, maka dipilih kata ’’Maqabir’’, pas sekali.

Bahwa tempatnya kelak di kuburan yang gelap, serem, menakutkan dengan malaikat penyiksa yang tak kenal kasihan.

Siapapun tahu, bahwa di kuburan itu hanya dia sendiri, tanpa ada teman, tanpa kekasih mendampingi.

Baca Juga: Memotret Konsep Bunga Bank dari Sudut Pandang Tafsir Surat Al Humazah

Lihat di penjara, apa istrinya boleh menemani tidur di sana. Mungkin bisa, tapi bayar.

Saat masuk kuburan, semua ditinggalkan, kecuali amal ibadahnya yang menyertai.

Utamanya: Salat, sedekah dan Alquran. Muslim, hendaknya punya salah satunya. Syukur punya semua.

Jika anda hafal surah al-Mulk (Tabarak) dan anda baca setiap hari, maka surat tersebut menjelma menjadi teman setia di kuburan, melebihi kekasih dan keluarga anda.

Anda akan bebas dari siksa kubur karena pembelaan al-Mulk. Sebutlah, secara prosedur anda harus disiksa.

Pada saat yang tepat, al-Mulk datang dan membela sembari memperkenalkan diri: ’’Aku adalah al-Mulk yang bersemayam di dada dia. Wahai malaikat, jika kamu memukuli dia, berarti kamu memukuli aku, sementara aku adalah firman Allah. Beranikah kamu memukul kalam-Nya’’.

Kata Malaikat: ’’Ya, tapi ini aturan dan saya bertugas, saya juga disuruh Tuhan.

Al- Mulk: ’’Ya, saya tahu, tapi kamu juga harus tahu, bahwa saya adalah firman Allah’’.

Lha terus piye Cak..? Ya begini saja, kita sowan ke hadapan Tuhan dan podo-podo melapor.

Oke, mereka sepakat dan akhirnya, Tuhan memberi keputusan dan menyuruh Malaikat kuburan membiarkan mayit yang di dalam dadanya ada surah al-Mulk.

Aman. Piye Cak, wis apal..? (*)

Penulis:

KH Mustain Syafii, Mudir PP Madrasatul Quran Tebuireng, Jombang

Editor : Ainul Hafidz
#Tebuireng #KH Mustain Syafii #Tafsir #kuburan #Jombang #mati #dunia #Aktual #kubur