Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Heboh! PMT Posyandu Diduga Picu Keracunan Massal di Mojoagung Jombang

Wenny Rosalina • Kamis, 21 Agustus 2025 | 13:30 WIB
Ilustrasi keracunan makanan.
Ilustrasi keracunan makanan.

JombangBanget.id – Sejumlah warga Dusun Klampisan, Desa Tejo Kecamatan Mojoagung, Jombang, mengeluhkan demam, diare hingga muntah usai mengonsumsi makanan dari program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Posyandu.

’’Tiba-tiba anak saya panas dan muntah. Tidak lama, saya juga mengalami hal yang sama. Awalnya saya kira cuma salah makan, tapi ternyata banyak warga lain mengalami gejala yang sama,’’ ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Kejadian bermula pada 13 Agustus, saat mengikuti posyandu dan mendapatkan PMT.

Keesokan harinya, pada 14 Agustus, sejumlah anak mulai mengalami demam, muntah, dan diare.

Kondisi ini tak hanya menimpa anak-anak, namun juga dia sendiri.

Menurutnya, kejadian ini berkaitan dengan makanan dari program PMT Posyandu yang dibagikan kepada balita.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, makanan berupa nasi goreng tersebut dibeli dari salah satu warga setempat dan dibagikan tanpa prosedur pengawasan mutu yang ketat.

’’Makanan PMT itu beli dari warga, tapi tidak ada yang bertanggung jawab. Kader minta sampel nasi gorengnya, tapi sudah tiga hari berlalu, jadi tidak ada yang menyimpan,’’ jelasnya.

Belasan anak dan lansia mengalami gejala serupa.

Bahkan beberapa di antaranya harus dirawat karena mengalami dehidrasi akibat muntah dan diare yang tidak kunjung membaik.

Kepala Desa Tejo, Ponedi, membenarkan ada 12 warga yang mengeluhkan diare di waktu yang bersamaan.

Baca Juga: Buntut Siswa SDN 1 Wuluh Kesamben Keracunan, Dinas P dan K Jombang Minta Ini ke Sekolah

’’Sekitar 12 orang, sebagian ada yang di bidan desa, juga ada yang ke RS PKU,’’ ungkapnya.

Ia tidak dapat memastikan kejadian tersebut masuk dalam keracunan atau tidak.

Sebab di waktu yang sama dengan posyandu, juga ada demo kapsul kutuk untuk lansia.

’’Dan itu banyak yang beli. Malamnya setelah mengkonsumsi ada yang sebagian kena diare. Setelah konsultasi dengan salesnya, memang itu pengaruh dari obat tersebut. Lewat kencing bisa keruh, kalau lewat BAB (buang air besar) bisa diare,’’ terangnya.

’’Yang mengeluhkan diare juga ada warga yang tidak mengkonsumsi PMT dan kapsul kutuk,’’ tambahnya.

Ia menegaskan, kondisi 12 warga yang mengeluhkan diare, semuanya sudah membaik. ’’Hari ini (kemarin) sudah sembuh,’’ ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Jombang, dr Hexawan Tjahja Widada, mengaku mendapat laporan tersebut 13 Agustus lalu.

’’Dari gejalanya memang seperti keracunan, tapi belum bisa dipastikan itu keracunan,’’ ucapnya.

Butuh uji sampel makanan ke laboratorium guna memastikan itu keracunan. (wen/jif)

Editor : Ainul Hafidz
#Pemberian Makan Tambahan #Pemkab Jombang #Mojoagung #kesehatan #Mual dan muntah #keracunan #posyandu #Ibu dan Balita #PMT #balita #Dinkes Jombang #tejo