Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Langit Tak Ramah, Petani Utara Brantas Jombang Terpaksa Jual Tembakau Basah, Segini Harganya

Azmy endiyana Zuhri • Selasa, 19 Agustus 2025 | 19:03 WIB
Petani di Desa Sumbergondang, Kabuh, Jombang terpaksa menjual tembakau dalam kondisi basah, lantaran terkendala pengeringan.
Petani di Desa Sumbergondang, Kabuh, Jombang terpaksa menjual tembakau dalam kondisi basah, lantaran terkendala pengeringan.

JombangBanget.id – Cuaca yang tidak menentu menjadi pukulan berat bagi petani tembakau di utara Brantas, Jombang.

Setelah beberapa kali harus melakukan tanam ulang, kini tanaman tembakau mereka memasuki panen.

Sayangnya, petani terpaksa menjual tembakau dalam kondisi basah, lantaran terkendala pengeringan.

Suyanto, petani tembakau asal Desa Sumbergondang, Kecamatan Kabuh, Jombang mengaku sebelumnya merugi besar lantaran beberapa kali tanamannya rusak hingga gagal panen.

”Kami sempat gagal panen karena cuaca ekstrem,” ujarnya, Senin (18/8).

Tak mau menyerah, ia pun bangkit dan mencoba peruntungan melakukan tanam ulang. Saat ini tanaman tembakaunya sudah memasuki masa panen.

Ia mengaku cukup lega lantaran harga tidak anjlok.

”Syukur alhamdulillah harganya tidak turun, tetap sama dengan tahun kemarin, padahal sebelumnya kami sempat gagal panen karena cuaca ekstrem, jadi ini sudah lebih baik” imbuhnya.

Ia menyebut, harga tembakau basah saat ini sekitar Rp 6.000 hingga Rp 6.500 per kilogram untuk jenis rejeb dan Rp 3.500 per kilogram untuk jenis jinten.

”Kalau dijual kering harganya bisa sampai Rp 45 ribu per kilogram. Tapi risikonya tinggi, bisa rusak kalau tidak kering sempurna,” jelasnya.

Sebagian besar petani terpaksa menjual tembakau dalam kondisi basah lantaran sulit mengandalkan sinar matahari untuk proses pengeringan.

Baca Juga: Tembakau Layu, Harapan Luntur, Petani di Kabuh Jombang Merintih Akibat Cuaca Ekstrem

Situasi ini membuat petani harus berhitung lebih matang.

”Menjual tembakau basah lebih cepat dan aman, meskipun harga jauh lebih rendah. Sementara menjual kering bisa mendatangkan keuntungan besar, tetapi penuh ketidakpastian karena tergantung cuaca,” bebernya.

‎Kepala Bidang Perlindungan, Pasca Panen dan Pemasaran Tanaman Pangan Perkebunan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Jombang Akhmad Jani Masyhudi memebanrkan sebagian petani tembakau di Kabuh sudah mulai memasuki masa panen.

”Harga cukup stabil di angka Rp 6.500 per kilogram. Hasil panen juga bagus,” terangnya.

‎Selain itu, dinas pertanian juga rutin melakukan identifikasi sekaligus sosialisasi pencegahan penyakit tembakau.

Langkah ini diambil untuk menjaga produktivitas tanaman dan meminimalkan kerugian petani.

”Kita terus pantau kondisi di lapangan supaya hasil panen tetap terjaga, dan petani bisa lebih tenang,” tambah Jani.(yan/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#Pemkab Jombag #harga tembakau #petani tembakau #faktor cuaca #panen tembakau #Kabuh #Tembakau #utara brantas #disperta jombang