Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Binrohtal: Bersyukur saat Lapang, Sabar saat Sempit! Ini Hikmah Alqabdu dan Albastu

Rojiful Mamduh • Selasa, 19 Agustus 2025 | 13:10 WIB
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.

JombangBanget.id - Pengasuh PP Falahul Muhibbin, Watugaluh, sekaligus Rois Syuriyah MWCNU Kecamatan Diwek, Jombang KH Nurhadi (Mbah Bolong) menjelaskan pentingnya mensyukuri kemerdekaan.

’’Nikmat yang paling besar itu hidup, merdeka dan mendapat hidayah memeluk agama Islam,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duha di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Rabu (13/8).

Dalam Hikam ada konsep Alqabḍu, penyempitan batin, kondisi spiritual saat hati terasa tertutup, sempit, gelisah, jauh dari rasa nikmat ibadah.

Saat mengalami ini kita diharuskan bersabar.

Serta Albasṭu, kelapangan batin, kondisi spiritual saat hati terasa lapang, dekat dengan Allah Ta’a, penuh semangat ibadah dan kenikmatan rohani.

Saat mengalami ini kita diharuskan bersyukur.

’’Alqabdu ibarat malam, Albastu ibarat siang,’’ terangnya.

Saat malam, ada cahaya bintang dan rembulan.

’’Saat kondisi sempit, bisa muncul cahaya penerang,’’ terangnya.

Mbah Bolong mencontohkan guru Zuhdi, pengajar madin di Demak yang dilaporkan wali murid karena memukul anaknya sehingga dikenai denda Rp 25 juta dan terpaksa menjual motor. Padahal dia orang tidak punya.

Namun kemudian dibela oleh banyak orang termasuk Gus Miftah yang memberi motor, uang dan memberi hadiah umrah.

Baca Juga: Binrohtal: Biar Tak Sekadar Seremoni, Ini Tiga Cara Mensyukuri Kemerdekaan

’’Sehingga yang awalnya gelap akhirnya jadi padang,’’ urainya.

Saat ini, kita merayakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-80.

Merdeka itu kondisi padang, Albastu, sehingga harus disyukuri.

Caranya, dengan meyakini dalam hati bahwa kemerdekaan ini nikmat anugerah dari Allah Ta’ala sehingga harus makin mendekat kepada Allah Ta’ala.

Lisan bersyukur dengan mengucap alhamdulillah.

’’Mengisi kemerdekaan sesuai tuntunan Allah SWT dan Rasulullah Muhammad SAW,’’ urainya.

Serta gemar membantu sesama, menjaga persatuan dan menjauhi konflik.

Tidak sombong dengan status merdeka. Juga mau menjaga nilai-nilai luhur bangsa seperti gotong royong, toleransi dan keadilan.

’’Ingatlah saat kondisi lapang, maka Allah akan cepat menolongmu saat kondisi sempit,’’ terangnya.

Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Jagalah Allah niscaya Dia akan menjagamu.

Jagalah Allah, niscaya engkau akan mendapati-Nya di hadapanmu. Kenalilah Allah di waktu lapang, niscaya Dia akan mengenalmu di waktu sempit.

Rabu ini (20/8) merupakan Rabu terakhir bulan Safar yang biasa disebut Rabu Wekasan.

Disebutkan bahwa Allah Ta’ala menurunkan 320 ribu bala pada setiap Rabu terakhir Safar.

Kita dianjurkan salat sunah mutlak atau salat sunah hajat empat rakaat untuk tolak balak.

Tiap rakaat usai Fatihah membaca QS Alkautsar 17 kali, QS Ikhlas lima kali dan QS Alfalaq dan Annas masing-masing satu kali kemudian membaca doa.(jif/naz)

 

Editor : Ainul Hafidz
#Polres Jombang #Mbah Bolong #masjid #bersyukur #sabar #lapang dada #Binrohtal #Jombang #sempit