JombangBanget.id – Harga tomat di Kabupaten Jombang anjlok hingga Rp 2.000 per kilogram di tingkat petani.
Padahal, beberapa pekan sebelumnya harga masih berkisar Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu per kilogram.
Kondisi ini membuat petani hanya mendapat keuntungan tipis, bahkan sebagian nyaris merugi.
Penurunan harga terjadi seiring musim panen di sejumlah daerah, termasuk Mojokerto, Kediri, Malang, dan Jombang.
”Sekarang paling tinggi cuma Rp 2.000 per kilogram. Minggu lalu masih Rp 4.000 per kilogram. Sementara biaya pupuk dan obat-obatan mahal. Untungnya tipis sekali,” kata Muhaimin, petani asal Desa Glagahan, Kecamatan Perak, Jombang, Jumat (15/8).
Untuk menanam tomat di lahan 1.400 meter persegi, Muhaimin mengeluarkan biaya produksi sekitar Rp 12 juta.
Dengan hasil panen 1,2 ton hingga 1,3 ton, harga jual yang terlalu rendah membuatnya kesulitan menutup biaya.
Ia berencana menjual sebagian hasil panen ke Pasar Nganjuk dengan harapan harga lebih baik.
”Panennya bagus, tapi harganya turun. Mudah-mudahan di Nganjuk bisa naik,” ujarnya.
Selain harga jatuh, petani juga menghadapi serangan hama kutu thrips dan penyakit kresek.
Perawatan rutin dengan penyemprotan intensif tetap harus dilakukan agar tanaman tidak gagal panen. (riz/fid)
Editor : Ainul Hafidz