JombangBanget.id - Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh, menyampaikan renungan menarik tentang pentingnya mempertahankan kemerdekaan.
’’Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan,’’ tuturnya mengutip Galatia 5:1.
Kemerdekaan adalah keadaan di mana sebuah negara mempunyai kedaulatan penuh atau meraih hak kendali penuh atas seluruh wilayah teritorial negaranya.
Serta punya hak penuh untuk mengatur pemerintahannya sendiri tanpa intervensi pihak asing.
Kemerdekaan secara pribadi adalah saat di mana seseorang mendapatkan hak untuk mengendalikan dirinya sendiri tanpa campur tangan orang lain dan atau tidak bergantung pada orang lain (kebebasan).
Kita patut mensyukuri, tepat hari ini kita memperingati HUT ke 80 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kemerdekaan yang diperoleh dengan perjuangan dan pengorbanan yang besar.
Selama 350 tahun bangsa Indonesia menderita karena dijajah oleh bangsa Belanda.
Dengan semangat persatuan dan kesatuan, dengan perjuangan dan pengorbanan jiwa dan raga para Pahlawan, maka kemerdekaan akhirnya bisa diraih.
Pada tanggal 17 Agustus 1945 maka di deklarasikan kemerdekaan bangsa Indonesia yang di proklamirkan melalui pidato Presiden pertama, yaitu Ir Soekarno dan Moh Hatta.
Sejak saat itulah bangsa Indonesia mengalami kemerdekaan dan berdaulat penuh.
Baca Juga: Renungan Minggu: Bersyukur itu Pilihan, Bukan Sekadar Perasaan
Itulah gambaran kehidupan kita orang yang percaya. Pada waktu kita percaya kepada Tuhan Yesus, kita telah dibebaskan dari kuasa dosa.
Melalui pengorbanan dan kematianNya kita telah ditebus dan dibebaskan dari kuasa dosa. Kita benar-benar merdeka dari penjajahan dosa.
Dan Tuhan mau kita mengalami kemerdekaan yang sejati itu.
Sebagaimana kita sebagai warga negara yang baik, kita harus punya tanggung jawab untuk mempertahankan kemerdekaan bangsa kita.
Semangat persatuan dan kesatuan harus terus kita jaga supaya tidak terpecah belah.
Karena tidak ada satupun yang mau menderita dan dijajah lagi oleh bangsa asing.
Demikian juga kita yang sudah dimerdekakan dari kuasa dosa, tentu tidak mau lagi dijajah oleh dosa. Maka apa yang harus kita lakukan?
Ada dua hal yang harus kita lakukan, yaitu: Kita sepatutnya ’’Berdiri teguh dan tidak mau dijajah kembali’’.
Galatia 5:1b, ’’…dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan’’.
Sebagai orang yang sudah merdeka, ayat ini mengingatkan kita agar ’’jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan’’ artinya ’’jangan mau lagi dijajah’’.
Iblis punya target utama dan tujuan utama untuk kita, yaitu supaya kita jatuh ke dalam dosa. Firman Tuhan katakan iblis seperti singa yang mengaum-ngaum.
Ia berkeliling sepanjang hari (24 Jam) untuk mencari celah/lengah, bila ada celah segera masuk dan membuat porak-poranda.
Itu sebabnya hari-hari ini kita harus lebih waspada, jangan beri kesempatan sedikit pun pada dosa.
Orang percaya hidup bukan karena kuat dan gagahnya, tetapi karena Roh Kudus yang memampukan kita di dalam menghadapi segala sesuatu.
Jangan sampai hidup kita diporak-porandakan lagi oleh dosa, sebab kita sudah dimerdekakan oleh Kristus. Pertahankan kemerdekaan.
’’Sekali merdeka tetap merdeka. Merdeka…Merdeka…Merdeka!! Dirgahayu bangsaku dan negeriku tercinta Republik Indonesia. Tuhan Yesus memberkati,’’ tegasnya. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz