Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Binrohtal: Bukan Pasukan, Cuma Nyamuk dan Air! Ini Pelajaran dari Kisah Namrud dan Firaun

Rojiful Mamduh • Minggu, 17 Agustus 2025 | 13:36 WIB
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.

JombangBanget.id - Gus Ahmad Tantowi, menjelaskan pentingnya mengambil pelajaran dari kisah Namrud dan Fir’aun.

’’Di balik kesombongan penguasa seperti mereka, terdapat pelajaran besar tentang hakikat kekuasaan dan kelemahan manusia di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala,’’ tegasnya, saat khotbah di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Jumat (15/8).

Namrud bin Kan’an hidup selama 400 tahun tanpa pernah merasakan sakit.

Ia merasa tidak terkalahkan dan abadi, hingga muncul kesombongan dalam hatinya.

Bahkan, saat Nabi Ibrahim alaihissalam mengajaknya beriman, ia dengan sombong berkata yang diabadikan di QS Albaqarah 258: ’’Aku menghidupkan dan mematikan.’’

Namun, untuk mengakhiri hidup Namrud, Allah tidak perlu mengirim pasukan malaikat atau bencana besar.

Cukup seekor nyamuk kecil yang masuk ke dalam hidungnya dan bersarang di dalam kepalanya.

Namrud yang kesakitan lantas memukuli kepalanya sendiri, hingga akhirnya mati dalam keadaan hina.

Allah Ta’ala ingin menunjukkan betapa lemahnya manusia, meskipun ia terlihat kuat dan berkuasa.

Namrud yang tak pernah sakit justru dimatikan dengan cara yang sangat memalukan—oleh makhluk kecil yang sering diremehkan.

Sedangkan Firaun, penguasa Mesir yang menindas Bani Israil dan bahkan mengaku sebagai tuhan.

Baca Juga: Binrohtal: Dosa Bisa Banyak, tapi Rahmat Allah Jauh Lebih Luas

Omongannya diabadikan dalam QS Annaziat 24; ’’Akulah tuhanmu yang paling tinggi.’’

Ia membunuh setiap anak laki-laki Bani Israil demi menjaga tahtanya dari ancaman, sesuai mimpinya tentang akan lahir seseorang yang akan menggulingkannya.

Ironisnya, anak yang ditakutinya, Musa ‘alaihissalam, justru tumbuh di istananya sendiri.

Saat Allah menenggelamkan Firaun di Laut Merah, ia mati karena air yang masuk ke tenggorokannya atau tersedak. Padahal bayi saja jika tersedak tidak apa-apa.

Maka Allah menghukumnya dengan azab di dunia dan akhirat. Sebagaimana disebutkan dalam QS An-Nazi'at 25.

Firaun mewakili kesombongan penguasa yang merasa dirinya pusat kuasa.

Namun ketika ajal datang, semua kekuasaan dan pengakuan palsunya tak mampu menyelamatkannya bahkan dari setetes air.

’’Ini pelajaran agar para penguasa tidak sombong,’’ ucapnya.

Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi.

Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu berkata: Sesungguhnya kita adalah kaum yang dimuliakan Allah dengan Islam. Jika kita mencari kemuliaan dengan selainnya, maka Allah akan menghinakan kita.”

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menulis: Kesombongan adalah penyakit hati yang menyebabkan seseorang lupa bahwa dirinya hanyalah hamba yang lemah. (jif/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#Polres Jombang #namrud #sombong #nyamuk #masjid #firaun #air #pemimpin #Binrohtal #Jombang