JombangBanget.id – Bonus atlet yang meraih medali Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim di Malang Raya 28 Juni – 5 Juli dianggarkan melalui Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD).
P-APBD telah didok pada 16 Juli, namun hingga kini belum jelas, kapan bonus tersebut akan diberikan.
’’Saat ini bonus masih belum cair. Info yang disampaikan bupati pada audiensi (31/7), dianggarkan melalui P-APBD,’’ kata Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jombang, Sumarsono.
Nilai bonus yang bakal diberikan sama seperti Porprov Jatim 2023. Rp 30 juta untuk peraih medali emas, Rp 20 juta untuk medali perak dan Rp 10 juta untuk peraih medali perunggu.
Tahun-tahun sebelumnya, bonus diberikan bulan September. Seremonial dilakukan bersamaan dengan upacara peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) 9 September.
’’Biasanya diberikan September, tapi tahun ini kami belum dapat informasi kapan tepatnya,’’ terangnya.
Pelatih juga bakal menerima bonus dari Pemkab Jombang. Nilainya setengah dari bonus yang didapatkan atlet. Rp 15 juta untuk peraih emas.
Rp 10 juta untuk pelatih yang atletnya meraih perak. Serta Rp 5 juta untuk pelatih yang atletnya meraih perunggu.
Hanya saja pencairan bonus pelatih tidak dilakukan bersamaan, sebab baru dianggarkan pada APBD 2026.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Jombang, Yulita Purwaningsih, enggan memberikan jawaban gamblang terkait bonus untuk atlet.
’’Masih on proses,’’ kata Yulita. Ditanya lebih lanjut bagaimana proses yang dimaksud, Yulita tidak memberikan jawaban yang lugas.
Baca Juga: Prestasi Jombang Melejit di Porprov Jatim, Bupati Warsubi: Porprov 2027 Kita Bisa Masuk 10 Besar
’’Proses perencanaan, menunggu proses perencanaan,’’ ucapnya.
Pada Porprov Jatim 2025 Jombang, berhasil mengantongi 21 medali emas, 22 perak dan 39 medali perunggu.
Jumlah itu lebih banyak jika dibandingkan dengan Porprov 2023. Kala itu Jombang mendapatkan 14 emas, delapan perak dan 29 perunggu. (wen/jif)
Editor : Ainul Hafidz