JombangBanget.id – Semangat literasi kembali digaungkan di Kabupaten Jombang.
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepenulisan Bertema Budaya Lokal, sebagai langkah nyata pelestarian nilai-nilai kearifan lokal melalui karya tulis.
Pembukaan kegiatan berlangsung di ruang Soero Adiningrat 2, Kantor Pemkab Jombang, Selasa (5/8).
Sebanyak 39 peserta lintas profesi mengikuti kegiatan ini. Mereka berasal dari latar belakang berbeda, mulai dari guru, kepala sekolah, pegiat literasi, hingga pelaku usaha.
Seluruhnya memiliki semangat yang sama: menghidupkan kembali budaya lokal Jombang lewat tulisan yang menggugah dan membumi.
Sri Surjati, Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jombang, menegaskan pentingnya membentuk ekosistem literasi kreatif yang berakar pada nilai budaya daerah.
"Bimtek ini tidak hanya fokus pada aspek teknis seperti penyusunan alur cerita, teknik deskripsi, atau gaya bahasa. Yang lebih penting, peserta diajak menggali dan mengangkat konten-konten lokal yang selama ini hidup dalam keseharian masyarakat Jombang," jelas Sri.
Menurutnya, literasi menjadi pintu masuk strategis untuk melestarikan kearifan lokal.
Lewat tulisan, cerita rakyat, tokoh-tokoh lokal, hingga potret kehidupan sehari-hari warga bisa diabadikan dan dikenalkan ke generasi mendatang.
"Semangat ini membuat literasi tidak lagi terbatas di ruang baca, melainkan berkembang menjadi gerakan sosial yang hidup dan memberi dampak luas," imbuhnya.
Tujuan utama kegiatan ini yakni mengasah keterampilan menulis peserta, khususnya dalam mendokumentasikan nilai-nilai budaya yang selama ini tumbuh di tengah masyarakat.
Melalui karya-karya yang lahir dari bimtek ini, diharapkan tumbuh rasa bangga terhadap identitas daerah.
Sri juga mengajak seluruh peserta untuk aktif berdiskusi, menyerap ilmu, serta menjadikan karya mereka sebagai kebanggaan pribadi dan kolektif daerah.
"Kami berharap budaya menulis bisa menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga Jombang. Literasi dan kearifan lokal adalah kekuatan besar yang perlu terus digerakkan bersama," tandasnya. (wen/riz)
Editor : Ainul Hafidz