JombangBanget.id – Setelah terjadi kesepakatan dengan para pedagang, proyek revitaliasi Pasar Ploso akhirnya mulai berjalan.
Saat ini sudah dimulai kegiatan pembongkaran area parkir sisi utara, Kamis (31/7).
Tempat parkir kendaraan dipindah sisi selatan.
Area itu rencananya juga akan difungsikan sebagai tempat penyimpanan material proyek.
Yanto, salah satu pedagang mengungkapkan, saat ini beberapa titik dilakukan pembongkaran. Di antaranya tempat parkir kendaraan sisi utara.
Pekerja proyek juga sudah mulai membangun pagari dengan seng sebagai pembatas area kerja.
”Sekarang parkiran dipindah ke sisi selatan semua. Awalnya di utara, tapi karena dibongkar untuk tempat material, akhirnya semua kendaraan diarahkan ke selatan,” kata Yanto, Kamis (31/7).
Akses pintu masuk utama pasar juga sudah dibuka lebih lebar untuk memudahkan lalu-lintas kendaraan proyek menuju area belakang pasar.
Sebab, lapak di lokasi itu bakal dilakukan perbaikan.
”Gorong-gorong di depan juga sudah mulai dibongkar. Tapi di belakang belum ada pengerjaan, hanya akses saja yang sudah disiapkan,” imbuh dia.
Sebagai langkah antisipasi risiko, pengelola pasar membatasi jam operasional pedagang maksimal pukul 09.00 agar area tersebut bisa difungsikan sebagai jalur keluar-masuk kendaraan proyek.
Baca Juga: Pedagang Pasar Ploso Jombang Ogah Direlokasi, Ini Penyebabnya
”Pedagang di lorong sudah diminta untuk tutup pagi, atau kalau bisa sementara pindah dulu. Soalnya itu jalur utama kendaraan proyek,” ujar Yanto.
Terpisah, Hari pedagang lainnya, berharap proyek Pasar Ploso dapat memberikan fasilitas yang lebih baik bagi pedagang dan pengunjung.
”Meski harus menyesuaikan selama masa pembangunan, para pedagang tetap berharap proyek ini berjalan lancar dan selesai tepat waktu,” kata Hari.
Seperti diberitakan sebelumnya, rehabilitasi Pasar Ploso dan pembangunan pasar buah di Sub Terminal Ploso segera dimulai.
Masalah muncul lantaran ratusan pedagang yang terdampak proyek menolak direlokasi ke lapak sementara yang disediakan pemkab.
Alasannya, bangunan lapak dinilai tidak layak untuk ditempati berjualan.
”Pedagang tidak memindahkan lapaknya ke tempat sementara karena bangunannya tidak memenuhi persyaratan. Selain itu, ini kan sifatnya hanya rehabilitasi, bukan pembangunan total. Jadi cukup digeser saja, tidak harus direlokasi,” jelas Ketua Himpunan Pedagang Pasar (HIPAS) Ploso Kusnandar.
Ia menambahkan, saat ini para pedagang tengah melakukan persiapan untuk penataan dan pengaturan ulang lapak secara mandiri.
”Agar tetap bisa berjualan selama proses rehabilitasi berlangsung,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Kabupaten Jombang Suwignyo mengatakan, kontrak kerja sudah ditandatangani.
”Kontrak kerja proyek rehabilitasi Pasar Ploso dan pembangunan pasar buah di Sub Terminal Ploso telah ditandatangani sejak minggu lalu,” terangnya, Rabu (23/7).
Kedua proyek ini dibiayai melalui bantuan keuangan khusus (BKK) dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Untuk proyek rehabilitasi Pasar Ploso, dimenangkan oleh CV Panama dari Sampang dengan alokasi anggaran sebesar Rp 4 miliar.
Sedangkan pembangunan pasar buah di Sub Terminal Ploso dimenangkan oleh CV Jokotole Surabaya dengan nilai anggaran sebesar Rp 3,7 miliar.
Sedikitnya ada sekitar 140 pedagang bakal terdampak proyek.
”Untuk pembangunan, saat ini sudah masuk tahap pra construction meeting (PCM). Relokasi pedagang dilakukan secara bertahap. Namun memang masih ada pedagang yang menolak dipindah. Padahal, saat pembangunan dimulai, area harus steril,” tegas Wignyo. (Fid/naz)
Editor : Ainul Hafidz