Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Binrohtal: Menahan Marah, Kunci Menuju Surga

Rojiful Mamduh • Kamis, 31 Juli 2025 | 13:08 WIB
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.

JombangBanget.id - Pengasuh PP Miftahul Khoir, Mojotrisno, Kecamatan Mojoagung, Jombang, KH Miftahul Khoiri, menjelaskan pentingnya menahan marah.

’’Seorang sahabat bertanya kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam tentang kunci surga. Nabi menjawab: Jangan marah, maka bagimu surga,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Rabu (30/7).

Sahabat itu berkata: ’’Aku tidak sanggup.’’

Lalu Nabi bersabda: ’’Bacalah istigfar setiap hari setelah salat Aṣar sebanyak 70 kali. Niscaya Allah akan mengampuni dosamu selama 70 tahun. Jika dosamu belum mencapai 70 tahun, maka dosa keluarga kerabatmu pun diampuni.’’

Abu Dzar meriwayatkan, Nabi tiap hari membaca 100 kali istigfar.

Nabi bersabda; Siapa memperbanyak istigfar, niscaya Allah akan memberinya jalan keluar dari setiap kesulitan, melapangkan kesempitan, dan memberi rezeki dari arah tak disangka.

Dalam QS Al-Anfal ayat 33 ditegaskan, Allah tidak menyiksa selama mereka istigfar.

Imam Hasan al‑Basri dan para ulama seperti Imam Ahmad bin Hambal menyatakan: Akhlak terbaik adalah meninggalkan amarah sebagai kesimpulan dari semua kebaikan.

Suatu hari, seorang pemuda mendatangi Ma’ruf al-Karkhi, seorang wali besar dari Baghdad.

Ia mengeluh mudah marah, sering menyakiti keluarganya dengan ucapan kasar, dan tidak mampu mengendalikannya.

Ma’ruf berkata: ’’Jika engkau tidak mampu menahan marah, gantilah dengan istigfar yang sungguh-sungguh. Bacalah ‘Astagfirullah’ 70 kali setelah salat Ashar.’’

Baca Juga: Binrohtal: Sedekah Ikhlas yang Mengubah Takdir dan Ajal

Beberapa minggu kemudian, pemuda itu kembali dengan wajah bersinar.

Ia berkata, ’’Wahai syekh, aku telah mengamalkannya. Kini aku tenang, lidahku lebih lembut, dan keluargaku tak lagi takut padaku. Bahkan mereka ikut membaca istighfar bersamaku.’’

Ma’ruf tersenyum: ’’Itulah jalan Allah. Yang tidak bisa kamu capai dengan kekuatanmu, Dia beri jalan dengan ampunan-Nya.’’

Suatu hari ada seorang laki-laki Badui datang kepada Umar bin Khattab radiyallahu anhu dan berkata kasar di hadapan umum.

Para sahabat bersiap menghajarnya. Tapi Umar berkata: ’’Biarkan dia. Jika benar, aku terima nasihatnya. Jika salah, aku tetap belajar bersabar.’’

Ketika orang itu pergi, Umar berkata: ’’Keberanian seseorang tidak terlihat dari amarahnya, tapi dari bagaimana ia menguasai marah.’’

Imam Ahmad bin Hanbal berkata: ’’Aku sering melihat keajaiban istigfar. Suatu kali aku difitnah dan difitnah terus, namun aku tidak membalas. Aku hanya memperbanyak istigfar setiap habis Ashar. Dalam waktu beberapa hari, Allah menampakkan kebenaran, dan musuh-musuhku meminta maaf.

Dzun Nun al-Misri, salah satu tokoh sufi besar, pernah berkata: ’’Aku pernah murka karena difitnah oleh seorang murid. Namun ketika aku istigfar dan mendoakannya, Allah membukakan hatiku. Aku melihat kesalahan itu sebagai wasilah pembersih hatiku sendiri.’’ (jif/naz)

 

Editor : Ainul Hafidz
#Polres Jombang #Menahan Marah #masjid #kunci menuju surga #Binrohtal #Jombang #Istighfar #surga