JombangBanget.id - Sebagai salah satu tulang punggung ketahanan pangan nasional, Perum Bulog kembali mengoptimalkan perannya dalam mendukung program pemerintah melalui penyaluran bantuan pangan beras.
Salah satunya yang dilakukan Perum Bulog Cabang Mojokerto di Desa Kalikejambon, Kecamatan Tembelang.
Perum Bulog Kantor Cabang Mojokerto bersama Pemkab Jombang menyalurkan bantuan pangan beras kepada ratusan warga penerima bantuan pangan (PBP) di Balai Desa Kalikejambon pada Senin (28/7) pagi.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Pimpinan Cabang Perum Bulog Mojokerto Muhammad Husin, Bupati Jombang Warsubi, Wakil Bupati Jombang M. Salmanudin Yazid, sejumlah kepala OPD di lingkup Pemkab Jombang serta dan kepala Desa Kalikejambon.
Pimpinan Cabang Perum Bulog Mojokerto Muhammad Husin menjelaskan, bantuan pangan beras merupakan program nasional dari Bapak Presiden Prabowo Subianto melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan menugaskan Bulog sebagai pelaksana.
”Kita pelaksana di lapangan yang ditugaskan oleh Badan Pangan Nasional,” terangnya.
Husin menambahkan, secara nasional, program bantuan pangan beras ini menyasar 18.277.083 penerima di seluruh Indonesia.
Sementara di Jombang ada 109.144 penerima, khusus Kecamatan Tembelang terdapat 4.009 penerima bantuan.
”Dan di Desa Kalikejambon ini, tercatat ada 277 penerima dengan total distribusi mencapai 5,5 ton beras,” terangnya.
Menurut Husin, penyaluran bantuan pangan beras untuk alokasi bulan Juni dan Juli 2025 telah dimulai sejak 21 Juli Juli 2025, dan akan berlangsung hingga 29 Juli 2025.
Proses penyaluran dilakukan melalui masing-masing kantor desa.
”Penyaluran ini tidak akan berjalan lancar tanpa dukungan dari Abah Bupati Jombang dan semua pihak. Dengan sinergi dan kerja sama yang baik, kami bisa menyalurkan bantuan ini tepat sasaran,” ujarnya.
Setiap penerima bantuan pangan (PBP) mendapatkan beras sebanyak 10 kilogram beras kualitas medium, yang merupakan alokasi dua bulan yaitu Juni dan Juli yang akan disalurkan sekaligus pada bulan Juli 2025.
Sehingga tiap penerima akan menerima beras sebanyak 20 kilogram.
Program ini merupakan bagian dari paket stimulus ekonomi triwulan II tahun 2025 yang diberikan pemerintah untuk membantu masyarakat menenuhi kebutuhan pangan pokok, khususnya beras.
Bantuan pangan ini menggunakan cadangan beras pemerintah (CBP) dengan standar kualitas yang telah ditentukan oleh pemerintah.
”Untuk data penerima bantuan pangan beras sepenuhnya berasal dari Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dikelola Kementerian Sosial,” lontarnya.
Penyalurannya juga dilakukan dengan sistem terbuka dan mudah dicek.
”Para penerima cukup membawa KTP, kemudian di-foto oleh petugas, karena kita juga diaudit, jadi memastikan bantuan tepat sasaran kepada masyarakat yang berhak,” pungkasnya. (riz/naz)
Editor : Ainul Hafidz