JombangBanget.id - Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Kabupaten Jombang memastikan relokasi pedagang Pasar Ploso berjalan sesuai kesepakatan bersama.
Relokasi dilakukan secara bertahap sebagai dampak dari proyek revitalisasi pasar yang tengah berlangsung.
Kabid Sarana Perdagangan dan Bapokting Disdagrin Jombang, Yustinus Harris Eko Prasetijo mengatakan, proses relokasi dilakukan secara fleksibel agar tetap mengakomodasi aktivitas pedagang tanpa mengganggu pekerjaan proyek.
”Saat ini pekerjaan difokuskan pada bagian tengah pasar, sehingga pedagang masih bisa berjualan di bagian depan. Penataan dilakukan sedemikian rupa agar tidak mengganggu akses kendaraan proyek maupun penempatan material. Apalagi para pedagang sudah menyesuaikan dengan menutup aktivitas jualan pada pukul 09.00,” jelas Yustinus, Minggu (27/7).
Direncanakan, pada akhir Agustus mendatang sebanyak 80 pedagang akan dipindahkan ke tempat relokasi yang telah disiapkan.
”Pasalnya, target pekerjaan revitalisasi selanjutnya akan menyasar bagian depan pasar,” tambahnya.
Sementara itu, untuk pembangunan Pasar Buah di kawasan Sub Terminal Ploso, sebanyak 17 pedagang juga telah direlokasi ke teras ruko bagian timur yang saat ini dalam kondisi kosong.
Proses pembangunan pasar buah sudah dimulai. Hanya saja, untuk sementara setelah selesai berjualan, para pedagang harus merapikan lapaknya, karena tempat tersebut digunakan bergantian oleh pedagang yang berjualan pada sore hari.
”Dengan pola relokasi yang fleksibel dan komunikasi yang intensif, kami optimistis revitalisasi dan pembangunan dua pasar tersebut dapat berjalan lancar tanpa menimbulkan gangguan berarti terhadap aktivitas ekonomi para pedagang,” pungkasnya. (yan/naz)
Editor : Ainul Hafidz