JombangBanget.id - Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh, menyampaikan renungan menarik tentang pentingnya selalu bersyukur dalam kondisi apapun.
’’Aku hendak sujud ke arah bait-Mu yang kudus dan memuji nama-Mu, oleh karena kasih-Mu dan oleh karena setia-Mu; sebab Kau buat nama-Mu dan janji-Mu melebihi segala sesuatu,’’ tuturnya mengutip Mazmur 138:2.
Sesungguhnya setiap orang pasti menyadari bahwa dirinya memiliki keterbatasan.
Namun hal ini biasanya baru dirasakan dan disadari ketika ia sedang dalam permasalahan yang berat, sehingga ketika mengalami jalan buntu dan merasa tidak mampu, dia akan berusaha mencari pertolongan kepada sesuatu yang dianggap lebih besar dan lebih kuat daripada dirinya sendiri.
Itulah sebabnya, banyak orang di luar Tuhan berusaha mencari pertolongan di luar kehendak Tuhan untuk mendapatkan solusi bagi permasalahan yang menimpanya.
Baik itu masalah ekonomi, sakit-penyakit, perjodohan, pekerjaan dan lain-lain.
Banyak yang terperangkap oleh jerat Iblis yang menawarkan pertolongan instan, padahal ujungnya menuju kehancuran dan kebinasaan.
Segala cara ditempuh demi mendapatkan keuntungan dan kebahagiaan dalam hidup.
Namun Firman Allah mengingatkan kita sebagai orang percaya, kita patut bersyukur dalam segala hal.
Alasannya karena kita memiliki Tuhan Yesus yang bukan sekedar Allah, namun Dia adalah Bapa dan Gembala yang baik.
Dengan penuh kasih akan memenuhi segala kebutuhan sekaligus mendidik kita agar kita terus bertumbuh dan memiliki karakter seperti Dia.
Baca Juga: Renungan Minggu: Motivasi dan Cara Bekerja yang Benar dalam Tuhan
Tuhan adalah Jehovah jireh, artinya Allah yang memenuhi segala yang kita butuhkan.
Di dalam Yesus tersedia segala berkat yang kita perlukan. Tetapi seringkali kita selalu menterjemahkan 'berkat' Tuhan itu berupa uang atau hal-hal yang bersifat materi semata.
Kita lupa bahwa tubuh yang sehat, keluarga yang harmonis, anak-anak yang tumbuh sehat, bisnis yang lancar dan sebagainya adalah berkat.
Akibatnya ketika seseorang belum memiliki uang banyak atau harta yang melimpah ia sukar untuk bersyukur, karena merasa bahwa dirinya belum diberkati Tuhan.
Kita jarang menghargai apa yang kita miliki saat ini. Belajarlah menghargai berkat-berkat yang Tuhan limpahkan dalam kehidupan kita bukan hanya materi, tapi juga berkat-berkat non materi yang kita terima.
Betapa banyak hal-hal baik yang Tuhan karuniakan dalam hidup kita setiap hari. Uang dan materi hanyalah sebagian kecil dari berkat yang kita terima.
Berkat Tuhan itu menyeluruh dan sempurna, meliputi berkat jasmani maupun berkat rohani.
’’Karena itu jangan sukar untuk bersyukur, tapi bersyukurlah senantiasa sebab Tuhan sangat baik! Tuhan Yesus memberkati,’’ tegasnya. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz