Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Soal Polemik Proyek Pasar Ploso Jombang, Pedagang Enggan Direlokasi, Jualan Dibatasi Hingga Pukul Segini

Ainul Hafidz • Sabtu, 26 Juli 2025 | 23:16 WIB
JADI AKSES PROYEK: Pedagang berjualan lorong Pasar Ploso, Jombang membersihkan lapaknya karena bakal digunakan keluar-masuk kendaraan proyek.
JADI AKSES PROYEK: Pedagang berjualan lorong Pasar Ploso, Jombang membersihkan lapaknya karena bakal digunakan keluar-masuk kendaraan proyek.

JombangBanget.id – Keberatan sejumlah pedagang yang terdampak proyek rehabilitasi Pasar Ploso untuk direlokasi ke lapak sementara di Lapangan Bawangan akhirnya menemukan titik terang.

Himpunan Pedagang Pasar Ploso (HIPPAS) menyebut sudah ada kesepakatan terkait permasalahan tersebut.

Pantauan di Lokasi pada Jumat (25/7) siang, belum ada aktivitas pekerja di lokasi proyek, termasuk material proyek juga belum terlihat didatangkan ke lokasi.

Ketua Himpunan Pedagang Pasar Ploso (HIPPAS) Kusnandar membenarkan terkait keberatan pedagang untuk dipindahkan sementara ke Lapangan Bawangan selama pengerjaan proyek.

Namun, setelah dilakukan pertemuan, sudah ada kesepakatan terkait permasalahan tersebut. ”Sudah ada pertemuan dan kesepakatan.

"Kesepakatannya itu yang jualan di jalan atau lorong pasar dibatasi. Jualannya sampai pukul 09.00, setelah itu harus bersih karena dipakai untuk akses kendaraan proyek,” kata Kusnandar kepada Jawa Pos Radar Jombang, Kamis (25/7).

Kesepakatan itu dibuat demi menjaga kelancaran proyek. Sekaligus tetap memberi ruang berjualan bagi para pedagang.

Para pedagang tetap diperbolehkan berjualan sejak dini hari, asalkan pukul 09.00 area itu sudah bersih.

”Itu bebas, entah gelar tikar atau yang lain. Karena di sini kadang yang jualan itu pukul 01.00 sudah di pasar. Yang penting jam 09.00 sudah tutup,” imbuh dia.

Kesepakatan tersebut, menurut Kusnandar, dicapai pada pertemuan beberapa waktu lalu dan sudah disosialisasikan kepada para pedagang.

”Pedagang dikasih edaran, selama ada proyek jualannya harus tutup jam 09.00,” tutur Kusnandar.

Baca Juga: Pemkab Jombang Percepat Proses Pemilihan Kontraktor Proyek, soal Revitalisasi Pasar Ploso

Kusnandar menyebut, dari informasi yang ia dapat, renovasi tidak menyentuh seluruh gedung. Perbaikan dilakukan di Blok F.

”Yang direnovasi itu Blok F, jadi direnovasi saja tanpa dibongkar. Atapnya akan diperbaiki karena bangunannya sudah jadi. Gorong-gorongnya juga diperbaiki,” ujar dia.

Di blok itu sebelumnya dihuni pedagang. Hanya saja, mereka tak lagi menempati karena pindah berjualan ke luar area Pasar Ploso.

”Informasinya nanti juga akan dibangun kios pedagang,” bebernya.

Soal tempat penampungan sementara yang disediakan pemkab di Lapangan Bawangan, Kusnandar mengaku tak mengetahui persis pedagang mana yang akan menempati.

”Harapannya pedagang, renovasi tetap berjalan sesuai hasil kesepakatan dan tidak ada relokasi,” imbuhnya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang Suwignyo belum bisa memberikan keterangan banyak.

”Sudah ada kesepakatan,” singkat Suwignyo.

Seperti diberitakan sebelumnya, rehabilitasi Pasar Ploso dan pembangunan pasar buah di Sub Terminal Ploso segera dimulai.

Masalah muncul lantaran ratusan pedagang yang terdampak proyek menolak direlokasi ke lapak sementara yang disediakan pemkab.

Alasannya, bangunan lapak dinilai tidak layak untuk ditempati berjualan.

Kusnandar, salah satu pedagang yang juga ketua Himpunan Pedagang Pasar (HIPAS) Ploso mengatakan, mayoritas pedagang tidak mau pindah ke lapak sementara.

Menurutnya, kondisi bangunan lapak sementara tidak layak digunakan untuk berjualan.

”Pedagang tidak memindahkan lapaknya ke tempat sementara karena bangunannya tidak memenuhi persyaratan. Selain itu, ini kan sifatnya hanya rehabilitasi, bukan pembangunan total. Jadi cukup digeser saja, tidak harus direlokasi,” jelas Kusnandar.

Ia menambahkan, saat ini para pedagang tengah melakukan persiapan untuk penataan dan pengaturan ulang lapak secara mandiri.

”Agar tetap bisa berjualan selama proses rehabilitasi berlangsung,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Kabupaten Jombang Suwignyo mengatakan, kontrak kerja sudah ditandatangani.

”Kontrak kerja proyek rehabilitasi Pasar Ploso dan pembangunan pasar buah di Sub Terminal Ploso telah ditandatangani sejak minggu lalu,” terangnya, Rabu (23/7).

Kedua proyek ini dibiayai melalui bantuan keuangan khusus (BKK) dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Untuk proyek rehabilitasi Pasar Ploso, dimenangkan oleh CV Panama dari Sampang dengan alokasi anggaran sebesar Rp 4 miliar.

Sedangkan pembangunan pasar buah di Sub Terminal Ploso dimenangkan oleh CV Jokotole Surabaya dengan nilai anggaran sebesar Rp 3,7 miliar.

Sedikitnya ada sekitar 140 pedagang bakal terdampak proyek.

”Untuk pembangunan, saat ini sudah masuk tahap pra construction meeting (PCM). Relokasi pedagang dilakukan secara bertahap. Namun memang masih ada pedagang yang menolak dipindah. Padahal, saat pembangunan dimulai, area harus steril,” tegas Wignyo. (Fid/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#Disdagrin Jombang #Pemkab Jombang #pedagang #proyek pasar #pasar ploso #Jombang #relokasi