Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Pedagang Pasar Ploso Jombang Ogah Direlokasi, Ini Penyebabnya

Azmy endiyana Zuhri • Jumat, 25 Juli 2025 | 01:20 WIB
Iluatrasi Pasar Ploso
Iluatrasi Pasar Ploso

JombangBanget.id  – Rehabilitasi Pasar Ploso, Jombangv dan pembangunan pasar buah di Sub Terminal Ploso segera dimulai.

Masalah muncul lantaran sebagian pedagang direlokasi ke lapak sementara yang disediakan pemkab.

Alasannya, bangunan lapak dinilai tidak layak untuk ditempati berjualan.

Kusnandar, salah satu pedagang yang juga ketua Himpunan Pedagang Pasar (HIPAS) Ploso mengatakan, mayoritas pedagang tidak mau pindah ke lapak sementara.

Menurutnya, kondisi bangunan lapak sementara tidak layak digunakan untuk berjualan.

”Pedagang tidak memindahkan lapaknya ke tempat sementara karena bangunannya tidak memenuhi persyaratan. Selain itu, ini kan sifatnya hanya rehabilitasi, bukan pembangunan total. Jadi cukup digeser saja, tidak harus direlokasi,” jelas Kusnandar.

Ia menambahkan, saat ini para pedagang tengah melakukan persiapan untuk penataan dan pengaturan ulang lapak secara mandiri.

”Agar tetap bisa berjualan selama proses rehabilitasi berlangsung,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Kabupaten Jombang Suwignyo mengatakan, proses pembangunan sudah mulai berjalan.

”Kontrak kerja proyek rehabilitasi Pasar Ploso dan pembangunan pasar buah di Sub Terminal Ploso telah ditandatangani sejak minggu lalu,” terangnya, Rabu (23/7).

Kedua proyek ini dibiayai melalui bantuan keuangan khusus (BKK) dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Untuk proyek rehabilitasi Pasar Ploso, dimenangkan oleh CV Panama dari Sampang dengan alokasi anggaran sebesar Rp 4 miliar.

Sedangkan pembangunan pasar buah di Sub Terminal Ploso dimenangkan oleh CV Jokotole Surabaya dengan nilai anggaran sebesar Rp 3,7 miliar.

”Untuk pembangunan, saat ini sudah masuk tahap pra construction meeting (PCM). Relokasi pedagang dilakukan secara bertahap. Namun memang masih ada pedagang yang menolak dipindah. Padahal, saat pembangunan dimulai, area harus steril,” tegas Wignyo.

Sedikitnya ada sekitar 140 pedagang yang akan direlokasi sementara menempati lapak yang sudah disediakan pemkab di Lapangan Bawangan.

Ia menjelaskan, selama proses pembangunan belum dimulai, pedagang masih diperbolehkan menempati lapak lama.

Namun, saat pekerjaan fisik mulai berjalan, semua pedagang wajib pindah ke lapak sementara yang telah disiapkan pemkab.

”Kalau sudah dimulai pembangunan, pedagang harus pindah. Tidak bisa tetap bertahan, karena bisa mengganggu proses pengerjaan,” imbuhnya.

Hingga kini, Pemkab Jombang masih terus melakukan pendekatan.

”Ini supaya para pedagang bersedia direlokasi demi kelancaran proses pembangunan dan perbaikan fasilitas pasar,” pungkasnya. (yan/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#Disdagrin Jombang #Pemkab Jombang #pedagang #proyek pasar #Direlokasi #pasar ploso #Jombang #Sub terminal Ploso