JombangBanget.id – Keluhan warga Dusun Betek Selatan, Desa Betek, Kecamatan Mojoagung, Jombang terkait rumah mereka yang terancam tergerus tanggul sungai direspons Pemkab Jombang.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jombang merekomendasikan ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas agar segera dilakukan penguatan tanggul untuk mencegah rumah ambruk.
’’Kita sudah melakukan pengecekan ke lokasi. Dengan kondisi kerusakan seperti itu, perbaikan yang seharusnya dilakukan dengan penguatan tanggul. Baik berupa konstruksi permanan ataupun darurat,’’ kata Kepala Bidang Sumberdaya Air (SDA) Dinas PUPR Jombang, Sultoni.
Penguatan permanen bisa dengan cor atau bronjong. ’’Karena kalau karung pasir dan jumbo bag saja tidak cukup,’’ ucapnya.
Dia sudah meninjau lokasi sehari usai menerima laporan. ’’Sehari setelah laporan itu teman-teman sudah cek ke sana, untuk memastikan kondisinya,’’ terangnya.
Dari pengecekan itu, kerusakan dan erosi pada tanggul sungai Catak Banteng sudah parah dan mengancam bangunan rumah.
’’Kami juga sudah sampaikan ke balai (BBWS Brantas) dan dari balai beberapa hari kemudian juga sudah ke sana,’’ ungkapnya.
Kendati demikian, pihaknya belum mendapat informasi lanjutan terkait kapan tanggul itu ditangani dan dengan metode apa.
’’Kapan dan bagaimananya kami belum tahu, itu tetap menunggu dari BBWS Brantas. Yang jelas sudah kami sampaikan dan secara tertulis juga sudah kami laporkan,’’ imbuhnya.
Budi, salah satu warga yang rumahnya terancam ambruk membenarkan sudah ada dinas yang datang. Kendati demikian, realisasi perbaikannya belum jelas.
’’Dicek sudah seminggu yang lalu dari berbagai instansi terkait. Tapi ya cuma survey saja, tidak jelas kapan ditangani,’’ ungkapnya.
Baca Juga: Banyak Tanggul Sungai Kritis, Pemkab Jombang Surati BBWS Brantas
Dia sudah menanyakan perihal kejelasan tindaklanjutnya. Namun ia dan warga mengaku tak mendapat kejelasan.
’’Sudah ditanyakan, tapi jawabannya katanya masih diajukan, belum ada kejelasan kapan direalisasikan,’’ ucapnya.
Warga berharap penanganan permanen bisa dilakukan segera agar tidak timbul korban. ’’Masak ya harus ada korban dulu baru ditangani,’’ ujarnya kesal. (riz/jif)
Editor : Ainul Hafidz